Breaking News:

Pesilat PSHT Dibacok di Kartasura

5 Fakta Baru Buntut Penyerangan Pesilat PSHT di Solo dan Sukoharjo, Pesilat Asal Ngawi Kena Sweeping

Di beberapa media sosial juga turut tersebar kerumunan masa dan persiapan penjagaan pihak keamanan.

Penulis: Naufal Hanif Putra Aji | Editor: Hanang Yuwono
TribunSolo.com/Adi Samodra
Operasi gabungan berskala besar di Kota Solo mengantisipasi datangnya massa PSHT di Solo, Selasa (22/9/2020) malam. 

Kabar tersebut diklarifikasi oleh Dewan Pertimbangan Cabang PSHT Sukoharjo, Choirul.

"Kemarin saya sudah mendatangi salah satu korban luka bernama R," kata dia kepada TribunSolo.com, Selasa (22/9/2020).

"Karena yang tersebar itu pakai cadar, itu salah," terangnya.

"Tapi dari keterangan R, dia pelaku mengenakan masker," imbuhnya menekankan.

Dikatakan, dari ciri-cirinya sendiri, pelaku mengenakan helm, bermasker, jaket, celana jeans, dan membawa senjata tajam.

"Kalau dari jumlahnya penyerang itu memakai tujuh motor, dan saling berboncengan, berarti ada sekitar 14 orang," terangnya.

Kasus Pembacokan PSHT di Mojosongo, Pengurus PSHT Solo Kirim Pesan Ini Untuk Semua Anggotanya

5. PSHT Beri Tenggat Waktu Seminggu Ungkap Kasus Pembacok Anggotanya, Begini Tanggapan Kapolresta Solo

Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) memberi tenggat seminggu bagi kepolisian untuk mengusut pelaku pembacokan dan pembakaran motor.

Itu diketahui dan tersebar dalam unggahan video yang menunjukkan seorang anggota PSHT melakukan orasi di Manahan Solo beberapa waktu lalu.

Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak sendiri meminta pihak PSHT untuk menyerahkan kasus tersebut pada pihak kepolisian.

Ade sendiri menjamin jika kasus pembacokan yang terjadi di 2 lokasi itu akan berlangsung profesional.

 

"Kita akan bekerja secara profesional dan tuntas, intinya itu," ungkap Ade di sela-sela jumpa pers kasus Metrodanan di Mapolresta Solo, Senin (21/9/2020).

Saat ini, sambung Ade proses hukum masih tengah berlangsung, baik penyidikan maupun penyelidikan.

Ia pun menanggapi wacana massa PSHT yang bakal menggeruduk Kota Solo jika pembacokan tersebut tak segera menemui titik temu.

"Sudah jelas, kita mengimbau jika saat ini kita sedang dalam keadaam pendemi, segala yang menimbulkan kerumunan massa jelas kita hindari," aku dia.

"Itu sudah dilarang, baik Inpres maupun Perwali," tandasnya.

Lantaran hal tersebut, Ade meminta PSHT untuk mengurungkan niat datang ke Kota Solo lagi.

"Kami minta untuk mempercayakan pada pihak Polri, untuk temen temen bisa aktif untuk menahan diri," ujarnya.

"Mohon untuk meredam dan menahan diri untuk pengerahan massa," harap dia.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved