Breaking News:

Pesilat PSHT Dibacok di Kartasura

Terpancing Ajakan Hitamkan Solo, Remaja Asal Ngawi Berangkat Tak Makan & Ongkos dari Jualan Merpati

Seorang remaja asal Ngawi berinisial D (15) harus menerima nasib digelandang pihak kepolisian ke Mapolresta Solo.

Editor: Adi Surya Samodra
DOKUMENTASI TRIBUNSOLO.COM
Sejumlah ABG diamankan polisi dalam operasi sweeping rumor PSHT serbu Kota Solo, Selasa (22/9/2020). 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Seorang remaja asal Ngawi berinisial D (15) harus menerima nasib digelandang pihak kepolisian ke Mapolresta Solo, Selasa (22/9/2020) sekira pukul 00.00 WIB.

Saat digelandang petugas, ia mengaku berangkat dari Ngawi bersama dengan beberapa rekannya.

D terpancing dengan ajakan menghitamkan kota Solo oleh massa PSHT.

"Saya dari Ngawi naik sepeda motor," aku dia.

Yang membuat miris, D mengaku jika ongkos akomodasi ke Solo dari berjualan burung peliharaannya.

Terpancing Ajakan PSHT Hitamkan Kota Solo, 6 Pesilat ABG asal Ngawi Kena Sweeping Polisi di Manahan

2 Jam Patroli, 23 Orang Diamankan Polisi, Ada Yang Sempat Motret Petugas Sebelum Digelandang

"Ndak makan, bensinnya hasil jualan burung dara merpati," ujarnya.

"Burung merpati saya banyak," tambahnya.

Seusai ditanya petugas kepolisian, remaja dan beberapa rekannya tersebut dipersilahkan untuk mengenakan seragam PSHT yang kedapatan mereka sembunyikan di jok motor.

Selanjutnya, mereka diperintahkan untuk menuntun sepeda motor menuju Polresta Solo yang lokasinya tak jauh dari Plaza Manahan.

23 Orang Ditangkap Polisi

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved