Breaking News:

Pilkada Wonogiri 2020

Soal Kata "Nyawiji", Jekek Sebut Sudah Sejak 3 Tahun Lalu Identik Dengannya 

"Go nyawiji ini sudah tiga tahun yang lalu kita gunakan." katanya saat dihubungi TribunSolo.com, Senin (28/9/2020).

TRIBUNSOLO.COM/AGIL TRI
Bupati Wonogiri, Joko Sutopo,Senin (16/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Permasalahan penggunaan kata nyawiji (bersatu) mewarnai tahapan kampanye pada Pilkada Wonogiri 2020.

Ya, kedua Paslon menggunakan kata tersebut dalam slogan kampanye mereka.

Calon Bupati Wonogiri nomor urut 01, Joko Sutopo mengatakan kata nyawiji ini sangat identik dengannya.

Kesaksian Pemulung Temukan Bayi di Selokan Boyolali: Kaget Bayi Masih Hidup, Bergegas Lapor Warga 

Rapat Umum Pilkada 2020 Dibolehkan, Dibatasi 50 Orang Saja, Melanggar Bakal Dibubarkan

"Go nyawiji ini sudah tiga tahun yang lalu kita gunakan." katanya saat dihubungi TribunSolo.com, Senin (28/9/2020).

"Silahkan dirunut, siapa yang lebih dulu menggunakan kata nyawiji itu, kronologisnya seperti apa, kan selesai," jelasnya.

Permasalahan kata nyawiji membuat deklarasi kampanye damai di KPU Wonogiri pada Sabtu (26/9/2020) gagal terlaksana.

Kubu Joko Sutopo-Setyo Sukarno (JOSSS) mempermasalah kubu Hartanto-Joko Purnomo (Harjo) yang juga menggunakan kata nyawiji tersebut.

Menurut Jekek, kurang etis jika ada Paslon lain yang menggunakan kata tersebut, meski dalam bentuk kalimat yang berbeda.

"Meski kalimatnya berbeda, tapi kan kalau kata itu dihilangkan akan memiliki makna yang berbeda." kata dia.

Halaman
12
Penulis: Agil Tri
Editor: Ryantono Puji Santoso
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved