Berita Wonogiri Terbaru
Gegara Komputer Alami Konsleting, Kantor Pegadaian Giriwono Wonogiri Terbakar
Menurut Joko, penyebab peristiwa ini diduga dari sebuah komputer yang mengalami konsleting listrik.
Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Asep Abdullah Rowi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri
TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan Damkar Wonogiri untuk padamkan api di Kantor Unit Pelayanan Cabang (UPC) Pegadaian Giriwono.
Kantor yang berada di Jalan Ahmad Yani, Johor Lor, Wonogiri itu dilalap si jago merah, Senin (28/9/2020).
Kepala UPT Damkar Wonogiri Joko Santoso mengatakan, kejadian tersebut dilaporkan ke petugas Damkar sekira pukul 15.30 WIB.
• Dewi Perssik Disebut Pansos Gara-gara Foto Bareng Lesty Kejora dan Rizky Billar, Begini Reaksinya
• Kasus Covid-19 di Sukoharjo Meroket 30 Orang, Klaster Keluarga Mendominasi & 4 Ibu Hamil Positif
"Dua armada kita kerahkan dibantu dari Polsek Kota, Koramil Kota dan warga sekitar," kata dia.
Kejadian bermula saat salah seorang warga melihat kepulan asap dari atas bangunan.
Lantaran curiga, warga kemudian melaporkan ke petugas pemadam kebakaran Wonogiri.
Petugas Damkar yang menerima laporan, langsung bergerak ke lokasi kejadian untuk memadamkan api.
Beruntung selang satu jam, api berhasil dijinakkan setelah dua unit Damkar diterjunkan ke lokasi kejadian.
Menurut Joko, penyebab peristiwa ini diduga dari sebuah komputer yang mengalami konsleting listrik.
Diperkirakan karena konsleting listrik pada peralatan komputer," jelasnya.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, mengingat saat kebakaran kantor dalam kondisi kosong.
Sementara untuk kerugian masih dalam tahap penafsiran.
"Saat rekan Damkar datang, kantor dalam keadaan kosong, tidak ada karyawannya," tandasnya.
Pandemi Rawan Kebakaran
Kebakaran hebat di tengah berlangsungnya pandemi Corona terjadi hampir bersamaan di Solo Raya dalam sehari, Kamis (17/9/2020).
Pertama kebakaran di PT Sari Guna di Desa Telukan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo Kamis (17/9/2020) pukul 16.30 WIB.
Kemudian selang beberapa jam, kebakaran di Pasar Cepogo di lereng Gunung Merbabu di Desa Mliwis, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali pukul 18.30 WIB.
Saksi mata di lapangan Budi Prihanto (39) mengatakan, kejadian kebakaran di pabrik yang membuat busa kasur itu bermula dari adanya bau asap yang menyengat.
"Tadi bau asap, terus ada percikan listrik," kata Budi.
"Asap terus membesar," jelasnya menekankan.
• Pemadaman Pasar Cepogo Boyolali Selama 4 Jam Lebih Dibantu Damkar Sejumlah Daerah di Solo Raya
• BREAKING NEWS : Pabrik Busa di Jalan Ciu Grogol Sukoharjo Terbakar
• Pabrik Busa di Grogol Sukoharjo Terbakar, Asap Hitam Membubung, Warga Sebut Ada Percikan Listrik
Setelah itu, dia berkoordinasi dengan masyarakat sekitar pabrik untuk menghubungi pemadam kebakaran.
Kemudian, tidak berselang lama pemadam datang dan melakukan pemadaman di lokasi kejadian.
Budi mengaku belum mendengar adanya korban jiwa dalam peristiwa ini.
Sampai pukul 18.30 WIB petugas pemadam masih melakukan upaya pemadaman yang dibantu sejumlah daerah.
Sementara itu Polres Sukoharjo mendalami kebakaran pabrik pembuatan busa PT Sari Guna.
Kasat Reskrim Polres Sukoharjo AKP Muhamad Alfan mengungkapkan, kebakaran ini masih dalam penyelidikan.
"Masih kami selidiki," ungkapnya singkat.
Pihaknya belum mengetahui berapa kerugian dan apakah ada korban jiwa atau tidak dalam peristiwa ini.
"Sampai saat ini belum ada informasi korban," terangnya.
Adapun api berhasil dipadamkan pada pukul 21.30 WIB.
Kebakaran di Pasar Cepogo
Belum selesai pemadaman di Sukoharjo, kebakaran melanda Pasar Cepogo.
Dari informasi yang dihimpun TribunSolo.com, ada belasan mobil untuk memadamkam api di pasar di bawah Gunung Merbabu di Desa Mliwis, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali itu.
• Pabrik Busa PT Sari Guna di Grogol Terbakar, Polres Sukoharjo Dalami Penyebab Kebakaran
• BREAKING NEWS : Pasar Cepogo Boyolali Terbakar, Pegang Berusaha Selamatkan Barang Dagangannya
• BCL Curhat di Ulang Tahun Mendiang Ashraf Sinclair, Ibu Mertua Ungkap Janji yang Kini Baru Ditepati
Selain Damkar Boyolali, ada bantuan dari Damkar Solo, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, Salatiga dan Semarang.
Mereka bersatu padu memadamkam api yang melahap seluruh pasar di Jalan Alternatif Solo-Magelang yang terjadi sejak Kamis (17/9/2020) pukul 18.30 hingga pukul 24.00 WIB.
"Ada sejumlah bantuan dari Damkar Solo Raya," ungkap Kepala Satpol PP Kabupaten Boyolali, Sunarno kepada TribunSolo.com.
Adapun api menghanguskan seluruh los dan kios pedagang pasar karena sebagian besar bahan makanan.
Dikatakan, untuk dugaan kebakaran Pasar Cepogo ini terjadi diduga konsleting listrik.
"Kebakaran terjadi habis Maghrib, karena konsleting listrik," ucap Narno.
Dia mengatakan, adanya bahan-bahan dagangan yang mudah terbakar, membuat api sulit dipadamkan.
"Ditambah lagi di dalam ada toko oli dan toko kembang api yang ikut terbakar, menyebabkan api makin membesar," tambahnya.
Narno mengatakan dari Boyolali ada 3 mobil Damkar, 2 tangki dari PDAM 4 tangki dari BPBD 1 tangki dari PMI serta 1 tangki dari DPU Boyolali dikerahkan untuk memadamkan api tersebut.
"Beruntung ada bantuan dari teman-teman daerah lain," jelasnya. (*)