Breaking News:

Pilkada Solo 2020

284 APK Gibran-Teguh dan Bajo Independen Kena Semprit Bawaslu, Ada yang Terpasang di Pohon

Pemasangan alat peraga kampanye (APK) para pasangan calon Pilkada Solo 2020 tercatat melanggar lokasi penempatan.

TribunSolo.com/Istimewa
APK Gibran-Teguh dan Bagyo-FX Supardjo yang kena semprit Bawaslu Solo karena dipasang tidak semestinya. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pemasangan alat peraga kampanye (APK) para pasangan calon Pilkada Solo 2020 tercatat melanggar lokasi penempatan.

Anggota Bawaslu Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga, Muh. Muttaqin mengatakan pihaknya sudah mendata jumlah APK tersebut.

Dari pendataan Bawaslu, ada sebanyak 284 APK dari pasangan Gibran Rakabuming Raka - Teguh Prakosa dan Bagyo Wahyono - Fx Supardjo yang melanggar.

Abstain di Pilkada Solo 2020, PKS Tetap Kampanye Pakai Cara Sendiri : Tunggu Tanggal Mainnya

Simulasi Debat Pilkada Solo 2020, Gibran - Teguh Sparing dengan Sejumlah Tokoh

"APK dari Paslon 01 Gibran-Teguh maupun Paslon 02 Bajo sama-sama melanggar," ucap Muttaqin kepada TribunSolo.com, Senin (5/10/2020).

APK tersebut terpasang di berbagai lokasi, diantaranya di pohon, persimpangan jalan, tiang listrik hingga melintang di jalan.

Rinciannya, pelanggaran di Kecamatan Laweyan tercatat 45 APK, Serengan 156 APK, Pasar Kliwon 45 APK, Jebres 22 APK serta Banjarsari 16 APK.

Pemasangan tersebut tidak sesuai dengan Perwali Nomor 2 Tahun 2009, baik secara lokasi hingga desainnya.

"Makanya saat ini kami inventarisir terlebih dahulu melalui Panwascam. Selanjutnya akan berikan surat pada Satpol PP untuk dilakukan penindakan," kata Muttaqin.

Terpisah, Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Solo, Didik Anggono mengatakan pihaknya telah menerima surat tembusan dari Bawaslu Kota Solo.

Satpol PP segera akan melakukan pertemuan dengan Bawaslu dan kedua tim pemenangan Paslon.

Cerita Sisi Lain Gibran Putra Presiden Jokowi, Pernah Uber Band Saosin Demi Tanda Tangan

Setelah Sandiaga dan Megawati, Kini Nama Airlangga Hartarto Disebut Bakal Jadi Jurkam Gibran-Teguh

"Pada hari Rabu mengadakan rapar koordinasi terkait tindak lanjut surat tersebur. Itu dengan mengundang Tim Pemenangan Kedua Paslon, KPU dan Bawaslu," kata Didik.

Rapat tersebut tetap menerapkan protokoler kesehatan secara ketat, diantaranya jaga jarak.

"Kalau surat sebenarnya untuk satu orang, maksimal bisa 2 orang untuk menempati ruang rapatnya Satpol PP," ucap Didik. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved