Breaking News:

Bahaya Mengemudi dalam Keadaan Mabuk, Bisa Terkena Sanksi Pidana 1 Tahun atau Denda Rp 300 Juta

Mengemudikan kendaraan bermotor, harus dalam kondisi tubuh yang prima, untuk mengurangi resiko kecalakaan lalu lintas. Namun, tak sedikit kasus kecela

(Istimewa)
Mazda CX-5 milik Ronald Touwani yang mengalami kecelakaan di tol Semarang-Solo. 

TRIBUNSOLO.COM - Mengemudikan kendaraan bermotor, harus dalam kondisi tubuh yang prima, untuk mengurangi resiko kecalakaan lalu lintas.

Namun, tak sedikit kasus kecelakaan lalu lintas terjadi karena faktor kelalian pengemudi, seperti mengemudi dalam pengaruh alkohol atau mabuk.

Belum lama ini terjadi kecelakaan maut yang melibatkan mobil Mitsubishi Xpander dan Honda Mobilio terjadi di Jalan Magelang Km 8 Sendangadi, Mlati, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu (3/10/2020).

Kecelakaan tersebut menyebabkan 4 dari 7 penumpang mobil Mobilio tewas.

Sohibul Iman Diganti, Ahmad Syaikhu Terpilih Jadi Presiden PKS Periode 2020-2025

Prihatin Pilkada Ditengah Pandemi Covid-19, Habib Hasan Mulachela Berikan Suplemen ke Bawaslu Solo

Kisah di Balik Viralnya Bocah 5 Tahun Operasikan Eskavator untuk Bersihkan Puing Jembatan di Ambon

Sok Jagoan Bawa Senjata dan Aniaya Korban di Pedan Klaten, 74 Orang Tak Berkutik di Hadapan Polisi

Berdasarkan keterangan yang dikutip dari megapolitan Kompas.com, di dalam mobil Honda Mobilio ditemukan beberapa botol minuman keras.

Hingga saat ini kepolisian masih menyelediki apakah pengemudi dalam pengaruh alkohol saat berkendara atau tidak.

Terkait kejadian ini Training Director Safety Defensive Consultant Sony Susmana mengatakan, pengemudi kendaraan seharusnya paham, mengemudi ketika dalam pengaruh alkohol apalagi dalam takaran yang berlebih sampai mabuk, adalah hal yang dilarang.

Sebab, ketika mengemudi butuh kewaspadaan yang tinggi, fokus pengemudi harus 100 persen berada pada kendaraan.

"Mabuk ketika mengemudi akan membuat tidak fokus, pandangan mata tidak terarah." kata Sony.

"Jangankan untuk mengontrol kendaraan, menjaga keseimbangan diri sendiri saja tidak bisa." ujarnya.

"Sehingga ketika pengemudi harus mengambil keputusan, responnya akan sangat lambat," tambahnya.

Sanksi

Untuk pengemudi yang terbukti mabuk saat mengendarai kendaraan, akan dikenakan pasal 311 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), yang berbunyi;

"Setiap orang yang dengan sengaja mengemudikan Kendaraan Bermotor dengan cara atau keadaan yang paling membahayakan bagi nyawa atau barang dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp 3.000.000,00 (tiga juta rupiah)." (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Belajar dari Kecelakaan Maut Xpander Vs Mobilio, Ini Sanksi Pengemudi Mabuk", Klik untuk baca: https://otomotif.kompas.com/read/2020/10/05/143220715/belajar-dari-kecelakaan-maut-xpander-vs-mobilio-ini-sanksi-pengemudi-mabuk.
Penulis : Aprida Mega Nanda
Editor : Azwar Ferdian

Editor: Agil Tri
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved