Penyerangan di Pedan Klaten

Begitu Terkejutnya Polisi Temukan HP Pelaku di Pedan,Isinya Upaya Gerakkan Massa untuk Serang Korban

Kasatreskrim Polres Klaten AKP Andriyansyah menyita handphone tersebut, karena digunakan untuk media komunikasi saat mengerahkan massa.

TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
sekelompok orang yang diduga terlibat dalam penyerangan di Pedan, saat diamankan di Mapolres Klaten, Minggu (4/10/2020) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Polres Klaten telah menetapkan 17 orang menjadi tersangka terkait insiden penyerangan di Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten, Minggu, (4/9/2020) malam.

Selain itu, Polres Klaten juga menyita barang bukti salah satunya handphone milik tersangka.

Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Andriyansyah Rihats Hasibuan mengatakan menyita handphone tersebut, karena digunakan untuk media komunikasi saat mengerahkan massa.

"Selain menetapkan 17 tersangka dalam kejadian di Pedan, kami juga menyita sejumlah barang bukti, salah satunya handphone milik salah satu tersangka," kata Andriyansyah kepada TribunSolo.com, Selasa (6/10/2020).

Polisi Tetapkan 17 Tersangka Pelaku Penyerangan di Pedan, 5 Orang di Antaranya Bocah di Bawah Umur

Nasib Malang 17 Tersangka Penyerangan di Pedan, Kini Jadi Pesakitan,Ada yang Dijerat 6 Tahun Penjara

Lebih lanjut ia menjelaskan dengan ponsel tersebut, tersangka mengajak yang lain untuk mendatangi lokasi korban dan melakukan penganiayaan hingga perusakan di lingkungan korban.

"Kami duga ada ajakan dari salah satu tersangka yang menghasut dan menyebarkan informasi ke sosial media," terang dia.

Andriyansyah mengatakan barang tersebut akan dijadikan barang bukti untuk menindak pelaku dengan jeratan pasal 160 KUHP tentang penghasutan.

"Nantinya, salah satu tersangka tersebut akan dikenalan pasal tersebut jeratan sanksi pidana penjara paling lama 6 tahun," tegasnya.

Selain ponsel, barang bukti lain seperti senjata tajam berupa cerulit, batu, bambu, kayu dan sepeda motor untuk transportasi yang digunakan para tersangka menuju TKP

Sebanyak 17 tersangka yang terlibat penyerangan dan perusakan layaknya gangstar di kawasan pertokoan Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten dijerat sengan sejumlah pasal.

Andriyansyah menambahkan belasan tersangka itu dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang Perusakan Fasilitas Umum, Pasal 160 KUHP tentang Penghasutan hingga UU Darurat karena membawa senjata tajam dan penganiayaan.

"Perannya macam-macam, misalnya bagi yang menghasut seperti A (30), ya terkena Pasal 160 KUHP, bisa ancaman hukuman selama 6 tahun penjara," terangnya.

Adapun menurut dia, penetapan 17 tersangka berdasarkan pemeriksaan intensif terhadap sebanyak 92 orang yang ditangkap kala kejadian Minggu, (4/10/2020) malam itu.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved