Breaking News:

Penyerangan di Pedan Klaten

BREAKING NEWS : 17 Orang Pelaku Penyerangan dan Perusakan di Pedan Klaten Ditetapkan Jadi Tersangka

Polres Klaten menetapkan 17 tersangka dalam tragedi penyerangan dan perusakan di kawasan pertokoan Pasar Pedan, Kecamatan Pedan.

TribunSolo.com/Istimewa
Kolose kondisi penyerangan dan puluhan orang yang ditangkap polisi tengah diintrogasi karena aksinya di kawasan pertokoan Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten, Minggu (4/10/2020) malam. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Polres Klaten menetapkan 17 tersangka dalam tragedi penyerangan dan perusakan di kawasan pertokoan Pasar Pedan, Kecamatan Pedan.

Kasatreskrim Polres Klaten AKP Andriyansyah Rihats Hasibuan mengatakan, berdasarkan pemeriksaan intensif terhadap sebanyak 92 orang yang ditangkap kala kejadian Minggu, (4/10/2020) malam, belasan orang resmi tersangka.

"Kita periksa 75 orang dulu yang pertama kita tangkap, pengembangan bertambah kita tangkap jadi 92 orang," ungkapnya kepada TribunSolo.cm, Selasa (6/10/2020).

Alhasil menurut dia, dari penyelidikan secara maraton maka Polres Klaten ada 17 orang yang jadi terangska.

"Dari 17 orang yang ditetapkan tersangka, 5 orang di antarannya masih di bawah umur," jelasnya.

Tragedi Penyerangan di Pedan, Pjs Bupati Klaten : Kedepankan Sabar dan Tidak Mudah Terpancing

Sok Jagoan Bawa Senjata dan Aniaya Korban di Pedan Klaten, 74 Orang Tak Berkutik di Hadapan Polisi

Kronologi Kejadian

Kondisi jalanan yang berada di kawasan pertokoan Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten sempat mencekam.

Ya, aksi sekelompok orang yang sebagian berpenutup kepala, membawa bambu hingga senjata tajam beraksi menyerang seseorang pada Minggu (4/10/2020) malam.

Namun saat polisi dan dibantu TNI datang, mereka tak berkutik ditangkap satu-satu.

Kapolres Klaten AKBP Edy Suranta Sitepu mengatakan, pihaknya mengamankan 74 orang yang terlibat penyerangan di Kampung Sewu, Keden, Kecamatan Pedan.

Update Korban Penyerangan di Pedan Klaten: Satu Korban Dibawa ke Rumah Sakit, Polisi Lakukan Visum

5 Fakta Mencekamnya Penyerangan di Pedan Klaten, Polisi Amankan 74 Orang

"Kami mendapat laporan sekira pukul 20.00 WIB, dan kami langsung ke lokasi dan membubarkan kerumunan tersebut," kata dia kepada TribunSolo.com.

"Kami mengamankan 74 orang untuk dibawa ke Mapolres Klaten untuk dilakukan pemeriksaan," jelasnya.

Menurutnya, masalah penyerangan layaknya genk dipicu karena kesalahpahaman antar pihak, sehingga ini murni masalah pribadi antara pihak yang terlibat.

"Untuk korban sementara baru satu dan masih kami identifikasi serta dilakukan visum," jelasnya.

"Selain itu juga ada satu orang kami amankan yang membawa senjata tajam kami periksa," aku dia.

Adapun kronologi penyerangan saat itu ada 4 orang yang bercelana hitam datang ke rumah seorang warga berinisial U.

Mereka berniat menagih utang Rp 100 ribu.

Saat datang, U meminta untuk mereka datang lagi pukul 20.00 WIB.

Lantas keempat orang itu tak terima dan menghajar U dengan sebatang besi.

Setelah menghajar U, keempat orang itu pergi meninggalkan rumah.

Sebelum meninggalkan TKP, keempat orang tersebut sempat merusak salah satu gerobak milik warga setempat.

Lalu, sekitar pukul 19.30 WIB, datang sekelompok orang bercelana hitam mendatangi TKP kembali.

Mereka datang kembali tak hanya 4 orang, namun ratusan orang bercelana hitam yang kemudian menggeruduk ke Jalan Ronggowarsito Kampung Sewu, Keden, Pedan, Klaten.

Mereka mendatangi lokasi kejadian dan sempat menghajar seseorang yang mereka temui.

Saat itu, warga di sekitar lokasi kejadian ada yang langsung menutup semua pintu dan mematikan lampu rumah.

Selain itu warga juga tak berani keluar karena takut menjadi sasaran amukan sekelompok orang bercelana hitam.

Setelah beberapa jam, sekira pukul 20.00 WIB rombongan orang tersebut diamankan Polres Klaten.

Polisi Mengamuk di Kafe, Tak Mau Bayar, Malah Todongkan Pistol ke Kapolsek

BIN Siagakan Satgas Intelijen Medis untuk Bantu Penanganan Covid-19 di Indonesia

Mencekam saat Penyerangan

Suasana mencekam begitu dirasakan warga yang berada di sekitar kawasan Pasar Pedan, Desa Soboyan, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten, Minggu (4/10/2020) malam.

Pasalnya, sebuah insiden penyerangan oleh sekelompok massa terjadi di kawasan tersebut.

Menurut keterangan warga yang berada di sekitar lokasi kejadian, Atmanto (53), kejadian itu terjadi secara tiba-tiba sekira pukul 19.30 WIB.

Mereka berjalan menuju kawasan Pasar Pedan.

Begini Kondisi Pasar Pedan Klaten Paska Insiden Penyerangan, Aktivitas Pasar Berjalan Normal

Warga Sebut Kelompok yang Melakukan Penyerangan di Pedan Klaten, Bawa Berbagai Jenis Senjata

"Mereka teriak-teriak mencari anggota sebuah organisasi massa." ujar Atmanto kepada TribunSolo.com, Senin (5/10/2020).

"Berteriak kencang berkali-kali," imbuhnya.

Melihat itu, warga pun langsung berhamburan berlari masuk ke rumah, mengunci pintu, dan tak berani keluar.

Armanto mengatakan kelompok tersebut berjalan sambil merusak instalasi beberapa toko yang ada di jalan yang mereka lewati.

Anak-anak, lanjut Atmanto, juga menangis ketakutan karena insiden penyerangan itu.

"Saat itu anak-anak belum tidur, mereka pada takut semua," tutur dia.

"Tiga anak keponakan saya yang perempuan semua juga takut semua," tambahnya.

Atmanto mengungkapkan situasi mulai kondusif pasca personel kepolisian diterjunkan ke lokasi kejadian.

Peronsel gabungan dari Polsek Pedan, Cawas, dan Ceper diterjunkan guna mengendalikan massa.

Bahkan, Kapolres Klaten AKBP Edy Suranta Sitepu sampai terjun ke lapangan.

"Mulai kondusif total pukul 22.00 WIB," tandasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved