Breaking News:

Benarkah Ganti Merek Oli Bisa Rusak Mesin? Ini Penjelasannya

“Saat penggantian oli tentunya masih ada sisa pelumas lama yang tertinggal di dalam mesin, itu yang menjadikan munculnya sludge,” katanya.

TribunSolo.com/Adi Surya
Ilustrasi: Sejumlah mobil terparkir di kompleks objek wisata Bukit Sekipan, Desa Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (4/7/2020). Tak jauh dari situ, ada puluhan tenda telah didirikan pengunjung. 

TRIBUNSOLO.COM - Banyaknya penawaran dari berbagai merek oli kadang membuat orang pusing dalam memilih. 

Ada yang sering berganti merek setiap mereka mengganti oli mobil. 

Bahayakah hal itu untuk mesin? 

Penggunaan komponen mobil sebaiknya sesuai dengan yang direkomendasikan oleh pabrikan, termasuk juga dalam memilih merek oli mesin.

Setiap pabrikan mobil pastinya sudah memberikan anjuran dalam penggunaan pelumas mesin yang sesuai dengan karakter mesinnya.

Dengan begitu, kinerja oli dalam melumasi setiap komponen di dalam mesin bisa lebih maksimal saat digunakan.

Hanya saja, terkadang tidak sedikit pemilik kendaraan roda empat yang tergiur dengan merek pelumas karena adanya beberapa keunggulan berbeda.

Hal ini membuatnya mengganti merek oli yang digunakan untuk jantung pacu kendaraannya. Lalu benarkah mitos sering ganti merek pelumas bisa merusak komponen mobil? 

Bambang Supriyadi, Executive Coordinator Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM), mengatakan, hal itu bisa saja terjadi.

Hal ini disebabkan karena setiap pelumas sudah dibuat dengan berbagai bahan yang menyesuaikan karakter mesin termasuk juga dalam penggunaan zat aditif.

Halaman
123
Editor: Ryantono Puji Santoso
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved