Breaking News:

Ferdinand Hutahaean Mundur dari Demokrat, Sebut akan Gabung Partai yang Perjuangkan NKRI & Pancasila

Ferdinand Hutahaean mengundurkan diri dari Partai Demokrat setelah terjadi sejumlah perbedaan prinsip dan cara pandang isu nasional.

Editor: Hanang Yuwono
Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama
Ferdinand Hutahaean 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Ferdinand Hutahaean pastikan tetap akan ada di dunia politik usai keputusannya mundur dari Partai Demokrat.

Diungkapkan Mantan Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat itu, ia akan bergabung dengan partai politik yang memperjuangkan NKRI dan Pancasila secara konsisten.

Namun, Ferdinand Hutahaean masih merahasiakan parpol selanjutnya yang ia tuju.

Erick Thohir Rombak Besar-besar PT PPA, Dirut Baru Menjabat 3 Bulan Dicopot

Kafe Ini Gratiskan Makanan dan Minuman bagi Kader Demokrat dan PKS karena Tolak Omnibus Law

Demokrat Solo Tunduk DPP Terus Suarakan Penolakan UU Cipta Kerja yang Disahkan DPR RI

 

"Nanti pasti akan masuk ke salah satu partai politik yang memperjuangkan NKRI dan Pancasila secara konsisten," ujar Ketua Biro Energi dan Sumber Daya Mineral DPP Partai Demokrat itu kepada Tribunnews.com, Minggu (11/10/2020).

Ditanya kapan dan partai politik apa yang akan dituju?

Ferdinand Hutahaean tak mau menjawab.

"Saya pasti akan bergabung ke parpol. Hanya, tunggu tanggal mainnya," ucap Ferdinand Hutahaean.

"Intinya saya tetap akan berpolitik, tapi untuk saat ini mungkin belum masuk partai manapun dalam waktu beberapa saat," jelasnya.

Ferdinand Hutahean
Ferdinand Hutahean (kompas.com)

Ferdinand Hutahaean mengundurkan diri dari Partai Demokrat setelah terjadi sejumlah perbedaan prinsip dan cara pandang isu nasional.

"Hari ini saya umumkan resmi di akun medsos saya terutama di Twitter saya dan besok saya sampaikan surat resminya ke DPP Demokrat," ujar Ferdinand Hutahaean.

Dia menjelaskan, terjadi sejumlah perbedaan prinsip dan cara pandang isu nasional antara dirinya dan Partai yang dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Perbedaan prinsip dan perbedaan cara pandang terkait isu-isu nasional antara saya dan pengurus lainnya adalah alasan utama," jelasnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved