Breaking News:

Berita Sragen terbaru

Kisah Hidup Pemuda Sragen Selama Berpisah dengan Keluarganya Selama 11 Tahun, Sempat Ngamen

Perjalanan hidup Ervan Wahyu Anjasworo (16), warga Sragen terbilang tak mudah. Sejak usia 6 tahun, dia sudah terpisah dengan keluarganya, saat berada

TribunJateng.com/Agus Iswadi
Ervan dan ayahnya Suparno, saat ditemui TribunJateng.com, Minggu (11/10/2020). 

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Perjalanan hidup Ervan Wahyu Anjasworo (16), warga Sragen terbilang tak mudah.

Sejak usia 6 tahun, dia sudah terpisah dengan keluarganya, saat berada di Kemayoran, Jakarta Pusat.

Ia sempat hidup di jalanan bersama pengamen selama dua tahun.

Kesehariannya dihabiskan dengan mengamen bersama rombongan pengamen, berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya.

Baik di wilayah Jakarta, Bogor bahkan Solo dan beberapa kota lainnya.

Mulai dari mengamen di warung, bus dan pinggir jalan.

Hingga dirinya mulai menata hidup saat berada di dinas sosial, panti asuhan dan tempat pelatihan kerja di daerah Bogor.

Sebelum berada di tempat pelatihan kerja, Ervan sempat diasuh oleh tiga orang.

Dirinya pun masih ingat nama tiga orang itu.

Saat itu dirinya sempat di sekolahkan dan didaftarkan di pondok pesantren.

"Pertama Pak RT, almarhum Cipluk Surya di Parung Bogor." katanya katanya kepada Tribunjateng.com saat ditemui di kediaman neneknya daerah Panurejo RT 18/6 Desa Kedungupit Kecamatan/Kabupaten Sragen, Minggu (11/10/2020).

"Kedua Mbah Elie Martatit di Cilandak Bogor, dan Wiwit di Kota Bogor," kenang laki-laki kelahiran 20 Oktober 2003 itu.

Berkat Kenangan dengan Nenek, Pemuda Sragen Ini Bertemu Lagi Keluarganya Setelah 11 Tahun Terpisah

Lestarikan Sapi Jawa, Paguyuban Sapi di Klaten Gelar Acara Menunggangi Sapi, Diikuti Puluhan Peserta

SBSI Solo Desak Pemerintah Keluarkan Draft Final Resmi UU Cipta Kerja, Ini Alasannya

Pencari Keong Ditemukan Tewas di Persawahan Polokarto Sukoharjo, Memiliki Riwayat Penyakit Jantung

Saat bertemu setelah berpisah lama dengan anak pertamanya itu, Suparno lantas mengenali anaknya dari raut mukanya.

Meski ada perbedaan secara fisik setelah 11 tahun berpisah.

Dirinya bersama pegawai Dinas Sosial Sragen berangkat menemui anaknya di Bogor pada Minggu (4/10/2020).

"Rasanya bahagia, nanti rencananya mau di sekolahkan lagi," kata Suparno.

Dia menuturkan sejak merantau ke Jakarta pada 2000-2001 lalu, Ervan memang kerap diasuh neneknya semasa kecil.

Hingga akhirnya dia memutuskan mengajak Ervan untuk liburan di Jakarta pada 2009 lalu.

"Pas ngembalikan gambot, ketemu orang (pengamen)." kata dia.

"Dibilangin kalau pulang lewat sini, namanya anak kecil kan ngikut." imbuhnya.

"Setelah itu tidak bertemu lagi," terangnya.

Sejak Ervan hilang, Suparno sempat melaporkan kejadian itu ke kepolisian daerah setempat.

Namun urung membuahkan hasil, hingga akhirnya dipertemukan kembali dengan putranya itu beberapa hari lalu. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Cerita Ervan Remaja Sragen Terpisah 11 Tahun dengan Keluarga Saat di Jakarta, Akhirnya Bertemu Ayah, https://jateng.tribunnews.com/2020/10/11/cerita-ervan-remaja-sragen-terpisah-11-tahun-dengan-keluarga-saat-di-jakarta-akhirnya-bertemu-ayah?page=all.
Penulis: Agus Iswadi
Editor: galih permadi

Editor: Agil Tri
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved