Breaking News:

Kronologi Terungkapnya 2 Warga Klaten Beli Rokok Pakai Uang Palsu, Kini Terancam 10 Tahun Penjara

Dia menjelaskan, kedua pelaku membeli sebungkus rokok di warung kelotong di Dukuh Warungurip, Kelurahan Kragilan, Gemolong, Selasa (13/10/2020)

TRIBUNNEWS.COM/WAHID NURDIN
Pecahan uang 100 ribu rupiah. 

TRIBUNSOLO.COM - Kasus penggunaan uang palsu terjadi di Dukuh Warungurip, Kelurahan Kragilan, Gemolong.

Kejadian ini dilakukan oleh dua orang warga Klaten, Jawa Tengah, yaitu Untung Wahono (38) dan Tulasono (42).

Baca juga: Outlet Pakaian di Klaten Terbakar, Karyawan Histeris Sempat Panggil Warga Minta Bantuan Matikan Api

Keduanya ditangkap polisi usai membeli rokok diduga menggunakan uang palsu. 

"Mereka kita amankan setelah ada laporan warga," kata Kapolsek Gemolong AKP I Ketut Putra saat dihubungi Kompas.com, Rabu (14/10/2020).

Dia menjelaskan, kedua pelaku membeli sebungkus rokok di warung kelotong di Dukuh Warungurip, Kelurahan Kragilan, Gemolong, Selasa (13/10/2020) pukul 13.00 WIB.

Ketika membeli rokok, kedua pelaku menggunakan uang diduga palsu pecahan Rp 100.000.

Namun, korban curiga uang tersebut palsu dan korban tidak mau menerima uang itu.

Kemudian pelaku membayar menggunakan uang pecahan Rp 20.000.

Baca juga: Buntut Belasan Warga Dikarantina di SD Gandekan Solo, Ketua RW Sebut Banyak Pelajaran Cegah Covid-19

Selanjutnya kedua pelaku belanja di warung tetangga korban.

"Korban dan pelapor memberi tahu pemilik warung bahwa pelaku menggunakan uang palsu," terang dia.

Dari tangan keduanya, polisi mengamankan barang bukti berupa 31 lembar uang kertas pecahan Rp 100.000 diduga palsu senilai Rp 3.100.000 dan satu unit sepeda motor Honda Beat putih biru AD 3235 ECC.

"Dari pengakuan pelaku uang palsu mereka dapatkan dari Yogyakarta," terang dia.

Kedua pelaku melanggar Pasal 36 ayat (3) Undang-Undang RI No 7 Tahun 2011, tentang Mata Uang dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun penjara.

(Kompas)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Beli Rokok Pakai Uang Palsu, 2 Warga Klaten Terancam 10 Tahun Penjara", 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved