Breaking News:

Solo KLB Corona

Nasib 19 Orang Masih Sekeluarga Dikarantina di SD Gandekan Solo Pasca Kontak dengan Pasien Covid-19

Pasien tersebut merupakan tenaga kesehatan (nakes) di rumah sakit swasta di Kota Solo.

Penulis: Ilham Oktafian | Editor: Asep Abdullah Rowi
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
ILUSTRASI : Tenaga medis melakukan simulasi alur masuk pasien Covid-19 di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Jalan Pasteur, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (6/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ilham Oktafian

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Belasan orang yang masih dalam satu keluarga harus menjalani karantina mandiri di sebuah gedung sekolah di Kelurahan Gandekan, Kecamatan Jebres, Kota Solo. 

Dari informasi yang dihimpun TribunSolo.com, ada sebanyak 19 orang anggota keluarga yang dikarantina karena kontak dengan pasien positif Covid-19.

Pasien tersebut merupakan tenaga kesehatan (nakes) di rumah sakit swasta di Kota Solo. 

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo Siti Wahyuningsih jika klaster tersebut bermula dari salah seorang anggota keluarga positif Corona pada 6 Oktober 2020 lalu.

Baca juga: Kisah di Balik Pria yang Berontak saat Razia Karena Tak Pakai Masker, Ternyata Hidupi 5 Anak Yatim

Baca juga: Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Sebut Tingkat Kesembuhan Covid-19 di Indonesia Capai 77,3 Persen

Dari hasil tracing kontak tenaga kesehatan itu kontak dengan keluarganya, mulai anak, saudara, cucu dan pembantunya.

"Total yang di tracing ada 21 orang, tapi yang karantina di SD ada 19 orang satu keluarga," ungkapnya kepada TribunSolo.com.  

Dia memaparkan, DKK Solo melakukan tracing pada seluruh anggota keluarga tersebut, termasuk seorang pembantu rumah tangga.

"Saat kita lakukan tracing ketemu lagi dan tambah 3, ada anak 2 dan 1 pembantu," paparnya.

"Kita tracing lagi ketemu 21 orang," imbuhnya.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved