Breaking News:

Ada Wacana Pajak Nol Persen untuk Mobil Baru dan Pendemi Covid-19, Penjualan Mobil Bekas Kian Lesu

Wacana pemerintah terkait relaksasi pajak mobil baru, berimpas pada bisnis mobil bekas. Konsumen banyak yang menunda melakukan pembelian mobil bekas.

Editor: Agil Tri
Kompas.com/Dio
Ilustrasi mobil bekas 

"Kalau relaksasi jadi, otomatis semua bergerak ke mobil baru, bayangkan saja kalau seperti Calya atau Sigra itu barunya bisa Rp 90 jutaan sampai Rp 100 juta, apa tidak geser, belum lagi Avanza kalau sampai Rp 150 juta kan," kata dia.

Menurut Herjanto, sampai saat ini memang pergerakan mobil bekas mulai melambat.

Dari segi penujualan, trennya masih ke mobil dengan harga rata-rata di bawah Rp 150 jutaan.

Sementara dari segi jenis, karena tren tersebut otomatis unitnya merujuk pada kategori LCGC bekas dan MPV lawas yang pemakaiannya sudah di atas 7 sampai 8 tahun.

Hal senada juga diutarakan Ridwan, pemilik showroom mobil bekas di kawasan Klender, Jakarta Timur.

Saat dihubungi Kompas.com, Ridwan menjelaskan memang bisnis penjualannya belum mengalami peningkatan signifikan.

Faktornya tak hanya karena ada isu relaksasi pajak saja, namun juga karena adanya penerapan PSBB ketat di Jakarta beberapa waktu lalu yang sempat menghambat.

"Isu relaksasi juga pengaruh, tapi memang balik lagi ke konsumen seperti apa, tergantung kebutuhan dan dananya." ucap dia.

"Untuk satu bulan ini lebih lambat karena PSBB, banyak konsumen yang tidak jadi beli, terutama konsumen di luar Jakarta akibat khawatir dengan kondisi Covid ya," ucap Ridwan. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pasar Mobil Bekas Mulai Melambat Imbas Wacana Pajak Nol Persen", Klik untuk baca: https://otomotif.kompas.com/read/2020/10/18/142100515/pasar-mobil-bekas-mulai-melambat-imbas-wacana-pajak-nol-persen.
Penulis : Stanly Ravel
Editor : Azwar Ferdian

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved