Breaking News:

Penanganan Covid

Dokter Erlina Burhan Minta Pemerintah Terus Tekan Kasus Covid-19 agar Tenaga Medis Tak Kewalahan

Erlina menuturkan, penambahan jumlah rumah sakit rujukan Covid-19 juga membuat pasien non-Covid-19 enggan memeriksakan diri ke rumah sakit tersebut.

Editor: Hanang Yuwono
KOMPAS.COM/DEAN PAHREVI
Juru Bicara Tim Dokter Pasien Covid-19 RSUP Persahabatan, Erlina Burhan (tengah), beserta jajaran RSUP Persahabatan kepada awak media di Ruang Humas RSUP Persahabatan, Jakarta Timur, Jumat (13/3/2020). 

TRIBUNSOLO.COM -- Untuk menangani pandemi virus corona atau Covid-19 di Indonesia, upaya pemerintah tak cukup hanya dengan menambah fasilitas kesehatan dan kamar untuk isolasi pasien.

Hal itu dikatakan dokter spesialis paru Erlina Burhan.

Menurutnya, pemerintah harus mampu menekan kasus Covid-19 agar tidak makin bertambah.

Sebab jika pemerintah tak menekan kasus Covid-19 dan terus menambah rumah sakit rujukan, tenaga kesehatan akan kewalahan karena jumlahnya terbatas.

Baca juga: Klaster Perkantoran di Tipes Solo: Tim Satgas Lakukan Penyemprotan, Kantor Ditutup Sementara Waktu

"Masalahnya bukan hanya tambah rumah sakit, tambah alat, dan sebagainya. Bukan. Tapi kurangi saja kasusnya."

"Turunkan kasusnya dengan berbagai cara. Sehingga kerja rumah sakit juga lebih berkualitas," kata Erlina dalam rilis survei Indikator yang digelar secara virtual, Minggu (18/10/2020).

Erlina menuturkan, penambahan jumlah rumah sakit rujukan Covid-19 juga membuat pasien non-Covid-19 enggan memeriksakan diri ke rumah sakit tersebut.

Para pasien justru khawatir tertular virus corona.

Sedangkan, banyak masyarakat yang enggan ke rumah sakit merupakan orang-orang dengan penyakit penyerta, seperti hipertensi, jantung, dan lain sebagainya.

Akibatnya banyak pasien dengan penyakit penyerta meninggal di rumah karena takut untuk memeriksakan diri ke rumah sakit.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved