Breaking News:

Virus Corona

Cerita di Balik Razia Perut Lapar di Bali, Berawal Ada Orang Niat Bunuh Diri karena Tak Punya Uang

Kegiatan itu juga muncul karena kasus percobaan bunuh diri oleh orang yang kehilangan pekerjaan saat pandemi.

Istimewa/Tribunnews
Kegiatan Razia Perut Lapar di Bali 

TRIBUNSOLO.COM - Beberapa waktu belakangan viral kegiatan sosial bernama Razia Perut Lapar,.

Razia Perut Lapar ini menjadi pembicaraan di media sosial.

Diketahui, kegiatan itu diselenggarakan oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Legian, Kuta, Badung, Bali.

Baca juga: Pemerintah Imbau Masyarakat Tak Bepergian saat Libur Panjang demi Tekan Penyebaran Covid-19

Ketua LPM Kelurahan Legian, Puspa Negara mengatakan, Razia Perut Lapar diadakan sejak 4 Juni 2020.

“Razia Perut Lapar ini bermula dari situasi pandemi yang berkepanjangan," ujarnya kepada Tribunnews.com melalui sambungan telepon, Selasa (20/10/2020).

Kegiatan itu juga muncul karena kasus percobaan bunuh diri oleh orang yang kehilangan pekerjaan saat pandemi.

“Kasus yang kita temukan, ada seorang warga yang mencoba bunuh diri, karena tidak mampu bayar kos."

“Kita coba selamatkan bawa ke rumah sakit sampai dia tertolong."

“Kemudian muncul lembaga bantuan Aku For Bali yang berjanji memberikan mereka makanan setiap hari," jelas Puspa.

 

Baca juga: Ini Sosok Pemilik Xenia AD 1526 EA, Tempat Ditemukannya Jasad Perempuan Asal Wonogiri yang Hangus

rpl1
Kegiatan Razia Perut Lapar di Bali

Setelah peristiwa itu, LPM Kelurahan Legian mulai membagikan nasi bungkus pada masyarakat yang membutuhkan.

Halaman
123
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved