Breaking News:

Bersalah Memiliki Orientasi Seksual LGBT, Brigjen EP Dijatuhi Sanksi Demosi Selama Tiga Tahun

Brigjen (Pol) EP yang diduga memiliki orientasi seksual kelompok LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender) dinyatakan bersalah melakukan pelangg

ISTIMEWA / Kompas.com
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono memberikan keterangan kepada wartawan terkait gelar perkara kasus kebakaran gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (1/10/2020). Penyidik gabungan Polri telah melaksanakan gelar perkara kasus kebakaran gedung Kejaksaan Agung yang dilaksanakan bersama jaksa dari Kejagung dan dipimpin oleh Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo. ANTARA FOTO/ Reno Esnir/aww. *** Local Caption *** (ANTARA FOTO/RENO ESNIR) 

TRIBUNSOLO.COM - Brigjen (Pol) EP yang diduga memiliki orientasi seksual kelompok LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender) dinyatakan bersalah melakukan pelanggaran kode etik oleh Polri.

Hasil itu diputuskan dalam sidang Komisi Kode Etik Profesi Polri yang dijalani Brigjen (Pol) EP pada 31 Januari 2020.

"Pertama, perilaku pelanggar dinyatakan sebagai perbuatan tercela," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Awi Setiyono di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (21/10/2020).

Awi sebelumnya menyebutkan bahwa perilaku LGBT menyalahi Pasal 11 huruf c Peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri.

Pasal itu menyebutkan bahwa setiap anggota Polri wajib "menaati dan menghormati norma kesusilaan, norma agama, nilai-nilai kearifan lokal, dan norma hukum".

Baca juga: Cara Daftar Bantuan UMKM Rp 2,4 Juta: Masih Ada Kesempatan hingga November 2020, Simak Syaratnya

Baca juga: Ini Temuan Sementara Polisi, dari Kasus Tewasnya Kerabat Jokowi di Dalam Mobil Xenia di Sukoharjo

Baca juga: Satgas Sebut Penambahan Wilayah Risiko Penularan Covid-19 karena Banyak Pemda Merasa di Zona Nyaman

Baca juga: Bukan Tahun Ini, Menristek Sebut Vaksin Merah Putih Paling Cepat Tersedia pada Triwulan Ketiga 2021

Selain itu, Brigjen (Pol) EP diwajibkan meminta maaf di depan sidang secara lisan dan/atau kepada pimpinan Polri dan pihak yang dirugikan lainnya.

Sanksi lainnya, Brigjen (Pol) EP diwajibkan mengikuti pembinaan mental kepribadian, kejiwaan, keagamaan, dan pengetahuan profesi selama satu bulan.

"Terakhir, yang bersangkutan dipindahtugaskan ke jabatan berbeda yang bersifat demosi selama tiga tahun," ucapnya.

Awi mengungkapkan, kasus tersebut menjadi evaluasi terhadap adanya kelompok LGBT di institusi Polri.

Namun, Awi enggan menjelaskan secara detail mengenai bukti atau kronologi yang membuat Brigjen (Pol) EP diketahui menjadi bagian dari kelompok LGBT.

Menurut dia, penanganan dilakukan berdasarkan adanya pengaduan.

 (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Brigjen EP Dijatuhi Sanksi oleh Polri karena Orientasi Seksualnya", Klik untuk baca: https://nasional.kompas.com/read/2020/10/21/15533361/brigjen-ep-dijatuhi-sanksi-oleh-polri-karena-orientasi-seksualnya.
Penulis : Devina Halim
Editor : Bayu Galih

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved