Breaking News:

Aksi Heroik Santri Bersarung dan Berpeci Panjat Tiang Bendera saat Upacara, Betulkan Tali yang Putus

Selama latihan mereka menggunakan bendera yang dikhususkan untuk latihan. Tidak ada masalah selama para santri latihan.

KOMPAS.COM/TANGKAPAN LAYAR
Didin, santri Pesantren Alislam di Kabupaten Gorontalo memanjat tiang saat bendera merah putih siap dikibarkan namun tiba-tiba tali putus. Ia memanjat hingga ke puncak tiang meskipun kain sarung yang dikenakan terlepas. 

Dari arah barisan santri laki-laki tiba-tiba seorang santri berlari melesat ke arah tiang, ia adalah Didin seorang santri asal Sulawesi Tengah.

Ia kemudian memanjat tiang bendera masih dengan mengenakan sarung dan peci hitam.

Beberapa petugas upacara mencoba memegang tiang bendera agar tidak roboh menahan beban Didin yang tengah memanjat.

Setelah melewati pertengahan tiang, tiba-tiba sarungnya mulai mengendor, ini membuat jepitan kaki Didin terlihat licin karena kain sarungnya berada di antara kaki dan tiang bendera.

Namun tiba-tiba sarung yang dikenakan santri ini terbuka dan meluncur ke bawah diterpa angin.

Lepasnya sarung yang ia kenakan tidak membuat pecah konsentrasi Didin untuk memanjat, ia masih mengenakan  celana pendek.

Didin terus berupaya memanjat lebih tinggi hingga tangannya meraih ujung tali yang berada di puncak tiang.

Setelah memegang ujung tali yang terlepas, ia meluncur ke bawah. Suara tepuk tangan dan ucapan syukur menggema di halaman pesantren sesaat Didin menjejak tanah.

Upacara pengibaran bendera merah putih pada hari santri pun berlanjut.

“Kami sangat mengapresiasi aksi heroik yang ditunjukkan oleh santri Didin,” ujar Ramli Anwar.

Halaman
123
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved