Breaking News:

Virus Corona

Penjelasan Prof Wiku Soal Alasan Masih Adanya Kelompok Bayar Mandiri untuk Dapatkan Vaksin Covid-19

Wiku menjelaskan untuk masyarakat yang paling berisiko atau punya peran strategis di masyarakat akan dilakukan lebih dahulu.

Freepik designed by brgfx
Ilustrasi vaksin covid-19, Bio Farma menjelaskan perkembangan uji klinis tahap 3 vaksin covid-19. 

TRIBUNSOLO.COM - Pandemi Covid-19 di Indonesia belum juga berakhir.

Kini pemerintah tengah gencar terkait pengadaan vaksin Covid-19.

Baca juga: Terima Suntikan Vaksinasi Flu Musiman, 9 Warga Korea Selatan Meninggal

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI, dr Achmad Yurianto menjelaskan pemerintah akan siapkan 9,1 juta vaksin di tahap awal.

Sebanyak 9,1 juta orang ini akan biaya vaksinnya akan ditanggung pemerintah.

"Pada prinsipnya untuk yang menjadi tanggungan negara akan dibiayai melalui APBN."

"Skema pembiayaan dan sebagainya secepatnya juga bisa kita dapatkan. Yang di tahun 2020, rencananya 9,1 juta ini sepenuhnya menjadi tanggungan APBN," ujarnya, (18/10/2020).

Direncanakan bulan November dan Desember 2020 sudah mendapatkan kepastian ketersediaan untuk digunakan vaksinasi bagi 9,1 juta orang.

Untuk urutannya Yurianto menjelaskan vaksin ini diberikan kepada kelompok yang paling rentan.

Pertama, adalah tenaga kesehatan di rumah sakit rujukan penanganan pasien COVID-19 dan tenaga laboratorium yang terlibat dalam pemeriksaan untuk mendeteksi penularan COVID-19.

Kedua, adalah petugas pelayanan publik di fasilitas umum seperti bandara, stasiun, dan puskesmas serta aparat TNI-Polri dan Satuan Polisi Pamong Praja yang menjalankan penegakan protokol kesehatan.

Halaman
1234
Penulis: Naufal Hanif Putra Aji
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved