Kisah ABG 17 Tahun Dijuluki Kapten Penodong, Punya Anak Buah Umur 30 Tahun dan Jadi Penerus Orangtua

Meski umurnya masih muda, MRR sudah memiliki anak buah berumur 20 hingga 30 tahun.

Editor: Hanang Yuwono
KOMPAS.com
Ilustrasi begal 

TRIBUNSOLO.COM - Berikut kisah seorang remaja berinisial MRR (17) dijuluki sebagai 'Kapten Penodong'.

Bahkan di usianya yang abru 17 tahun ia memiliki anak buah hingga umur 30 tahun.

Kelompok MR biasanya beraksi di daerah Terminal Tanjung Priok.

Baca juga: Viral Video Balita Tak Kenali Ayahnya dan Tolak Digendong, Ternyata Begini Kisahnya

Diketahui, pada Rabu (14/10/2020), kelompok penodong bermodal celurit datang ke Terminal Tanjung Priok dan menyerang warga yang baru tiba dari luar kota.

Kasus paling akhir ketika seorang warga bernama Bahrufin menjadi korban penodongan.

Dia dibacok lengannya dan diambil uangnya.

Akibatnya, Bahrudin luka parah dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Dua hari setelah kejadian tersebut, polisi berhasil menangkap dua dari tujuh orang kelompok penodong, yakni MRR dan DS.

Sementara, ada lima orang lainnya yang masih diburu polisi.

Berikut fakta di balik aksi penodongan ini:

Dijuluki Kapten Penodong dan ikuti jejak orangtua

Salah satu kelompok penodong berinisial MRR punya panggilan "Kapten" oleh teman-teman sekelompoknya.

"Kenapa dia dijuluki kapten, karena ibunya kita tangani perkara yang sama (menodong) tahun 2018, bapaknya 2019, dan ini anaknya," kata Paksi.

Hasil pemeriksaan dokter, MRR masih berusia 17 tahun.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved