Breaking News:

Berita Solo Terbaru

Ganjar Naikkan UMP 3,27 Persen, SBSI Solo Sebut Angka Kenaikan Belum Ideal

"Jadi kalau ditanya kurang atau tidak ya jelas kurang,apalagi ada pandemi seperti sekarang," tegasnya.

WARTA KOTA/WARTA KOTA/NUR ICHSAN
Ilustrasi - Ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Tangerang Raya, batal berunjukrasa ke Gedung DPR/MPR setelah dicegat aparat keamanan di Jalan Gatot Subroto Km 5.3, Jatiuwung, Kota Tangerang, Senin (5/10/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ilham Oktafian

TRUBUNSOLO.COM, SOLO - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengumumkan UMP Jawa Tengah naik 3,27 persen. 

Keputusan tersebut dianggap berani, mengingat ia tak mengindahkan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah yang memutuskan tak mau menaikkan UMP 2021. 

Meski dianggap berani, bagi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) 92 Kota Solo, keputusan tersebut dinilai tumpang tindih.

Baca juga: Ada 15 Kasus Pasien Sembuh di Klaten, Berasal dari 11 Kecamatan

Baca juga: Siswi SMP Dirudapaksa 10 Orang Bergantian, Sang Pacar Bukannya Melindungi Malah Jadi Pelaku Pertama

Mengingat aturan bakal berbenturan dengan UU Cipta Kerja yang masih menimbulkan perdebatan.

"Kalau mendasarkan pada PP 78 dimungkinkan tidak naik, nanti masuknya UU Cipta Kerja yang baru," kata Ketua DPC SBSI 92 Kota Solo, Endang Setyowati saat dihubungi TribunSolo.com, Jumat (30/10/2020).

"Nggak tau nanti sistemnya seperti apa, bakal blunder atau tidak," imbuhnya.

Endang sendiri tak mau masuk lebih dalam dengan regulasi yang dipakai Pemrov Jateng pada tahun depan nanti.

Yang terpenting, kata dia, Pemerintah tak mencla mencle dalam membuat kebijakan.

"Pada dasarnya kita para buruh memakai yang menguntungkan," aku dia.

Halaman
12
Penulis: Ilham Oktafian
Editor: Ryantono Puji Santoso
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved