Solo KLB Corona

Kades Ponggok Ungkap Karyawan Freelance yang Terpapar Covid-19 Baru Bekerja Sehari 

"Sebetulnya bukan karyawan asli, tinggalnya juga bukan di Ponggok," kata Kepala Desa (Kades) Ponggok Junaedi Mulyono.

Penulis: Ilham Oktafian | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Ilham Oktafian
Suasana umbul ponggok setelah satu karyawan freelancenya terpapar covid dan harus ditutup tiga hari, Senin (2/11/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ilham Oktafian

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Buntut seorang karyawan terpapar covid-19, Umbul Ponggok Klaten harus tutup selama 3 hari kedepan.

Kondisi tersebut cukup memprihatinkan mengingat mereka baru saja buka 5 hari yang lalu, atau saat awal libur panjang.

Kepala Desa (Kades) Ponggok, Junaedi Mulyono mengatakan, kronologi karyawan freelance tersebut terpapar corona. 

Baca juga: Pemuda di Tulungagung Tiduri Siswi SMP yang Dikenal Lewat FB, Modisnya Janji Mau Belikan Ponsel

Baca juga: Sosok Anak Penjual Jagung Bakar Sukses Jadi Pilot Wanita TNI AD, Disalami Jenderal Andika Perkasa

Saat long weekend, para wisatawan yang datang ke Umbul Ponggok jumlahnya tak sedikit.

Kondisi yang makin membludak, membuat pengelola mengambil jasa karyawan freelance.

Haparannya, dengan penambahan karyawan mampu melayani sekaligus meringankan pengelola yang kewalahan dengan banyaknya pengunjung.

Namun, ternyata karyawan yang diambil pengelola Umbul Ponggok terpapar covid-19.

Itu diketahui saat para pengunjung, dan karyawan di Klaten melakukan tes swab secara acak.

Hasilnya 1 dari 9 orang dinyatakan terpapar covid-19.

1 orang tersebut merupakan karyawan Umbul Ponggok Klaten, yakni seorang pria berinisial GJ (25).

"Sebetulnya bukan karyawan asli, tinggalnya juga bukan di Ponggok," kata Kepala Desa (Kades) Ponggok, Junaedi Mulyono saat dihubungi TribunSolo.com, Senin (2/10/2020).

"Orang itu juga baru kerja 1 hari, di hari jumat," imbuhnya menegaskan.

Selain menutup operasional, pihak pengelola juga melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala di lokasi Umbul Ponggok.

Tak hanya itu, para karyawan lain pun bakal dikenai swab secara acak, untuk menghindari klaster covid-19.

"Kami berkomintmen, kalau ada yang positif kita harus tutup," pungkasnya.

"Yang jelas penyebarannya bukan dari objek wisata, tapi dari luar," tandas Junaedi. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved