Penanganan Covid

Jadi Sektor Unggulan Tingkatkan Ekonomi, Pelaku Usaha Kuliner Diminta Terapkan Protokol Kesehatan

Kuliner jadi subsektor unggulan dalam peningkatan ekonomi, pelaku usaha sektor kuliner diminta konsisten melaksanakan penerapan protokol kesehatan.

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ilustrasi: Suasana di restoran 

TRIBUNSOLO.COM -  Kuliner jadi subsektor unggulan dalam peningkatan ekonomi, pelaku usaha sektor kuliner diminta konsisten melaksanakan penerapan protokol kesehatan.

Hal ini sampaikan Staf Ahli Menteri Bidang Reformasi Birokrasi dan Regulasi Kemenparekraf Ari Juliano.

Tujuannya supaya pelaku usaha di sektor kuliner bisa tetap produktif dan membuat rasa aman konsumen di tengah pandemi Covid-19. 

Karena itu, penting bagi pelaku usaha kuliner untuk menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi.

 
"Kami ingin membangkitkan semangat serta memberikan edukasi dalam mengembangkan usaha dan produk kuliner bagi para pelaku usaha kuliner dalam menerapkan protokol di masa pandemi Covid-19," ujar Ari, Jumat (6/11/2020).

Kemenparekraf pun telah mengeluarkan panduan teknis pelaksanaan protokol CHSE untuk bidang pariwisata, termasuk usaha kuliner, yang dapat diterapkan oleh pelaku usaha kuliner seperti rumah makan dan restoran. 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi  Bali, dr. Ketut Suarjaya, mengatakan protokol CHSE yang dapat dilakukan oleh para pelaku usaha kuliner yaitu dengan menjaga kebersihan baik dari segi tempat, peralatan, bahan makanan, hingga dari sisi pengolahannya. 

"Membuka restoran atau rumah makan itu yang bisa dilakukan untuk mencegah adanya Covid-19 adalah dengan membuka pintu dan ventilasi udara. Sebab, tempat yang terbuka lebih aman dari yang tertutup. Kemudian disinfektan ruangannya. Jadi semua dibersihkan, taplaknya diganti dan sebagainya," ujar dr Suarjaya.

Baca juga: Hasil Riset Tunjukkan Jika Masyarakat Indonesia Optimis Hadapi Covid-19, Dokter Reisa: Terapkan 3M

Baca juga: Pastikan Kehalalan Vaksin Covid-19, MUI Berangkat ke Cina dan Wapres Tengah Tunggu Laporannya

Menurutnya, Covid-19 dapat menempel di permukaan kayu dalam waktu hingga tiga jam, sedangkan jika pada benda yang terbuat dari kaca, virus dapat menempel hingga 5 jam. 

Sehingga dinilai penting untuk selalu membersihkan meja makan sebelum dan sesudah pelanggan makan. 

Sementara itu, Chef Martin Natadipraja, menjelaskan bahwa yang tak kalah penting pelaku usaha kuliner agar membersihkan bahan makanan dengan benar sebelum dimasak. 

"Yang pertama jika kita mau memulai masak, harus mencuci tangan, gunakan masker. Jadi ketika bersin atau batuk, droplet tidak menempel pada makanan atau peralatan masak dan makan. Dan yang tidak kalah pentingnya juga untuk membersihkan sayuran dan bahan makanan lainnya dengan teknik yang benar," ujar Chef Martin. 

Sebagaimana diketahui imbauan disiplin protokol kesehatan juga terus dikampanyekan pemerintah lewat Satgas Covid-19. 

Kampanye 3M ini terus disosialisasikan supaya masyarakat tidak lupa bahwa penyebaran Covid-19 banyak datang dari pergerakan manusia. 

Oleh karena itu, pelaksanaan 3M perlu dijalankan secara ketat.

Catatan Redaksi: Bersama-kita lawan virus corona. Tribunnews.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu, 3M.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Jadi Sektor Unggulan, Usaha Kuliner Diminta Konsisten Terapkan Protokol Kesehatan

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved