Berita Boyolali Terbaru

Polisi Boyolali Ringkus Komplotan Kuras Pakaian Nort Face & Adidas,Tak Disangka Aksinya Terekam CCTV

"Aksinya terekam CCTV, setelah menerima laporan dan video tersebut, Tim Sapu Jagad Boyolali mulai penyelidikan," akunya.

TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
Polisi menunjukan 10 Tersangka yang terlibat dalam pencurian pakaian ekspor di gudang milik PT Pan Brothers Boyolali, Selasa, (10/11/2020) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Komplotan pencuri beraksi menguras pakaian bermerek kualitas ekspor mulai dari The North Face hingga Adidas di Kabupaten Boyolali. 

Sialnya, aksi 7 orang itu di gudang milik PT Pan Brothers pada Minggu (11/10/2020), terekam kamera pengintainya CCTV yang tidak diketahui pelaku.

Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunSolo.com, pembobolan gudang terjadi sekira pukul 20.25 WIB di gudang bawah milik pabrik di RT 01 RW 02 Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo.

Mereka terlihat memasuki gudang dan keluar dari posisi berbeda dengan membawa sekarung yang berisikan pakaian tersebut.

Baca juga: Tangkap Debt Collector Ngaku Petugas Corona, Polisi Boyolali Dalami Jika Beraksi di Daerah Lain

Baca juga: Nestapa Nenek Boyolali, Diterlantarkan di Jalan & Tak Jadi Dapat Bantuan, Perhiasannya Dibawa Kabur

Di antaranya 23 kaus, 3 jaket, 3 celana putih serta 3 celana pendek merek Lacoste.

Selain itu, juga ada 18 jaket, 44 celana pendek, 9 potong celana panjang merek The Nort Face, serta 19 jaket merek Adidas.

"Semua barang tersebut, sudah kami sita dan amankan," kata Ferdy kepada TribunSolo.com, di Mapolres Boyolali Selasa (10/11/2020).

Dikatakan, aksinya dilakukan secara bergantian dan dilakukan secara senyap yang dilakukan oleh komplotan Doni, Fajar, Dimas, Kholis Sofa, Eko, Aditya dan Arizky Pratama.

"Aksinya terekam CCTV, setelah menerima laporan dan video tersebut, Tim Sapu Jagad Boyolali mulai penyelidikan terhadap barang-barang yang beredar di masyarakat," aku dia.

Pihaknya melakukan penyelidikan terhadap pakaian-pakaian bermerk yang diproduksi di sana.

Selain itu, dalam penyelidikan ini, bahan ekspor ini biasannya dipasarkan di retail dan tidak dijual peseorangan.

Tim Sapu Jagad kemudian mendapatkan informasi bahwa ada dua orang yang menjual barang-barang dengan merek yang sama.

Di antaranya 2 orang tersebut bernama Muhammad Anggoro Dwi yang tinggal di Tangerang dan Miskun Sudibyo dari Bekasi.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved