Breaking News:

Berita Solo Terbaru

Tambahan 40 Kasus Corona di Solo : Hasil Tracing 13 Klaster,Satgas Sebut di Antaranya PDP Naik Kelas

"Tracingnya 18 dari 13 kasus klaster, hampir merata di semua klaster," katanya saat dihubungi TribunSolo.com.

Penulis: Ilham Oktafian | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Ryantono Puji
ILUSTRASI : Warga menjalani rapid test massal setelah ada yang positif Corona di Kelurahan Joyotakan, Kecamatan Serengan, Kota Solo, Rabu (20/5/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ilham Oktafian

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Solo menyebut ada penambahan tak biasa karena imbas kasus sebelumnya.

Ya, Rabu (11/11/2020) kasus Corona di Kota Bengawan membludak sebanyak 40 orang

Ketua Pelaksana Harian Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Solo, Ahyani menyebut penambahan didominasi tracing dari kasus sebelumnya.

"Tracingnya 18 dari 13 kasus klaster, hampir merata di semua klaster," katanya saat dihubungi TribunSolo.com.

Baca juga: 9 Perangkat Desa di Sragen Ikut Swab, Imbas Sekeluarga Meninggal Kena Corona Pasca Pesta Pernikahan

Baca juga: Istri & Mertua Meninggal Akibat Covid-19 Pasca Pesta Pernikahan di Sragen, Ini Kabar Pengantin Pria

Sisanya, lanjut Ahyani merupakan swab mandiri dan PDP yang naik kelas.

Selain itu, angka kematian yang diakibatkan oleh paparan Covid-19 di Kota Solo juga tak kalah fantastis.

Hari ini 7 orang dinyatakan meninggal dengan status hasil swab positif Covid-19.

Ketujuh pasien yang dinyatakan meninggal tersebut merupakan warga Mojosongo, Banyuanyar, Pasar Kliwon, Purwosari, Penumping dan Mojo.

Kondisi tersebut membuat Ahyani khawatir, mengingat angka kematian akibat paparan covid-19 di Kota Solo tergolong tinggi.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved