Breaking News:

Virus Corona

Fakta di Balik Kasus Warga di Depok Blokade Akses Jalan Rumah Pasien Covid-19 dengan Seng dan Kayu

Aksi warga tersebut terungkap melalui unggahan akun media sosial yang meceritakan kisah Covid-19 yang dialami keluarganya.

Editor: Hanang Yuwono
Istimewa via Tribun Jakarta
Akses jalan yang diblokir buntut adanya warga yang terkonfirmasi positif Covid-19. 

TRIBUNSOLO.COM - Kasus blokade akses terhadap warga yang positif Covid-19 kembali terjadi.

Kali ini warga di Kota Depok, Jawa Barat, menutup akses jalan ke rumah pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

Diketahui, peristiwa itu terjadi di lingkungan RT 02/18, Kelurahan Pancoran Mas, Kota Depok.

Baca juga: Antisipasi Gelombang Kedua Covid-19, Satgas Imbau Jangan Lengah dan Disiplin Protokol Kesehatan

Baca juga: Bakul Sayur di Mojo Solo Meninggal Akibat Covid-19, Warung Sempat Buka & Keluarga Tolak Karantina

Aksi warga tersebut terungkap melalui unggahan akun media sosial yang meceritakan kisah Covid-19 yang dialami keluarganya.

Kisah yang ia bagikan sontak menuai perhatian warganet hingga viral.

Dalam unggahannya, pemilik akun mempertanyakan perlakuan warga sekitar lingkungannya yang menutup akses jalan ke rumahnya dengan kayu, seng, hingga meja dan beberapa benda lainnya.

Berikut isi postingan tersebut :

Apa seperti ini perlakuan warga terhadap orang yg terkonfirmasi positif Covid19???

Sudah 2 Minggu orang tua saya isolasi mandiri karena terkonfirmasi positif. Dan selama itu pula mereka karantina dirumah karena memang mereka OTG.. dan Selama itu pula kami sekeluarga mendekam dalam rumah tanpa interaksi dengan yg lain terkhusus orang tua saya.. karena kami sadar resikonya..

Tapi tepat 15 hari kami isolasi mandiri tiba2 jalan sebelah rumah kami ditutup paksa seperti ini oleh PENGURUS RT tanpa ada komunikasi terlebih dahulu kepada keluarga kami. ntah menanyakan perkembangan kondisi kami atau apapun..

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved