Berita Karanganyar Terbaru
Kontrak Ditandatangani, Pembangunan Masjid Agung Karanganyar Dimulai, Ditarget Selesai 390 Hari
Penandatanganan proyek pembangunan Masjid Agung Kabupaten Karanganyar telah dilakukan. Pembangunan ditarget selesai 390 hari.
Penulis: Muhammad Irfan Al Amin | Editor: Adi Surya Samodra
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Muhammad Irfan Al Amin
TRIBUNSOLO.COM, Karanganyar - Penandatanganan proyek pembangunan Masjid Agung Kabupaten Karanganyar telah dilakukan antara Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Karanganyar dengan PT Mam Energindo.
PT Mam Energindo merupakan kontraktor yang bertanggungjawab dalam pembangunan Masjid Agung Kabupaten Karanganyar.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Masjid Agung Kabupaten Karanganyar, Asihno Purwadi mengatakan masih ada proses panjang sebelum pembangunan secara fisik dilakukan.
"Harus diawali dengan penyiapan alat, pasang pagar pengaman agar sesuai dengan SOP," kata Asihno kepada TribunSolo.com, Senin (16/11/2020).
Dalam proses pembangunan, sambung Asihno, pemerintah menargetkan akan selesai selama lebih dari satu tahun.
"InsyaAllah apabila sesuai target akan selesai selama 390 hari," kata Asihno.
Baca juga: Update Pembangunan Masjid Agung Karanganyar yang Didesain Mirip Nabawi di Madinah, Ini Penampakannya
Baca juga: Masjid Agung Karanganyar Masih Pakai Plastik untuk Bungkus Kurban meski Ada Wacana Pakai Besek
Asihno mengatakan angka 390 hari tersebut terhitung pada hari saat kontrak ditandatangani.
"Maka mulai hari ini, hingga 390 hari lagi proses pembangunan masjid akan berjalan," kata Ashino.
Meski dimulai pada hari ini, proyek pembangunan masjid telah direncanakan sejak tahun 2019.
"Pada tahun 2019, sudah ada dalam tahap proses perencanaan bersama para konsultan," kata Asihno.
Saat ini Pemkab Karanganyar telah menganggarkan biaya Rp 101 miliar untuk pembangunan masjid.
Baca juga: Sudah Disembelih, Sapi Kurban yang Diberikan Jokowi di Masjid Agung Solo Bebas dari Cacing Hati
Baca juga: Sejarah Riwayat Masjid Agung Surakarta : Kubah Emas Murni dari Sang Raja Solo Harus Dicopot
Namun di tahun 2020, dana yang dianggakan baru Rp 40 miliar.
"Anggaran tahun 2020 untuk belanja kebutuhan fisik," kata Asihno.
Adapun total rincian dari 101 miliar tersebut akan digunakan dalam empat bidang.
"Jadi 101 miliar tidak dihabiskan semua untuk bangunan, ada yang konsultan perencana, konsultan manajemen konstruksi, biaya umum, dan konstruksi bangunan itu sendiri," kata Asihno.
Sebagai bentuk seremonial, pada hari Rabu (18/11/2020), akan dilakukan peletakkan batu pertama yang bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Karanganyar yang ke-103. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/pintu-masuk-masjid-agung-karanganyar.jpg)