Breaking News:

Proyek Tol Solo Jogja

Kisah Founder Ponpes Aitam Colomadu : Rela Kena Tol Solo-Jogja Demi Kepentingan Umum, Legawa Pindah

"Ini kepentingan negara yang harus diprioritaskan, kita sebagai warga negara memberikan kontribusi untuk merelakan sebagian aset fasilitas umum."

Penulis: Ilham Oktafian | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Ilham Oktafian
Penampakan Pondok Pesantren Yayasan Aitam Indonesia yang berlokasi di Dukuh Kalangan, Desa Ngasem, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar itu menjadi satu-satunya pesantren yang terdampak pembangunan Tol Solo-Jogja, Kamis (19/11/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ilham Oktafian

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Meninggalkan apa yang telah diperjuangkan selama beberapa tahun bukan perkara mudah.

Itulah yang dialami Anie Rosyidah dan suaminya Muhammad Makmur, selaku Founder Pondok Pesantren (Ponpes) Yayasan Aitam Indonesia.

Ponpes untuk anak yatim yang bertempat di Dukuh Kalangan, Desa Ngasem, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar itu menjadi satu-satu pesantren yang terdampak proyek pembangunan jalan Tol Solo-Jogja.

Anie pun harus mengikhaskan bangunan yang berumur 10 tahun dan dibangun dengan tetes keringat perjuangan itu.

Anteran kendaraan di Jalan Raya Solo-Semarang, kawasan exit tol Ngasem, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, Kamis (6/6/2019). Adapun bangunan putih merupakan Ponpes Aitam Indonesia.
Anteran kendaraan di Jalan Raya Solo-Semarang, kawasan exit tol Ngasem, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, Kamis (6/6/2019). Adapun bangunan putih merupakan Ponpes Aitam Indonesia. (TribunSolo.com/Asep Abdullah Rowi)

Baca juga: Update Proyek Tol Solo-Jogja: 4 Kecamatan di Klaten Selesai Proses Pengukuran

Baca juga: Negosiasi Ganti Rugi untuk Warga 50 Desa Terdampak Tol Solo-Jogja Segera Dilakukan, Ini Bocorannya

"Sempat kaget, pondok ini dibangun dengan susah, meskipun ada ganti untung cuman ada nilai yang tidak bisa diungkapkan," tuturnya saat ditemui TribunSolo.com di acara pelepasan hak dan pembayaran ganti rugi di aula kantor Kecamatan Colomadu, Kamis (19/11/2020).

Anie dan suaminya pun harus merelakan sebagian tanah pondok dibangun untuk proyek tol Trans Jawa tersebut yang menghubungkan Tol Solo-Ngawi.

"Ini kepentingan negara yang harus diprioritaskan, kita sebagai warga negara memberikan kontribusi untuk merelakan sebagian aset fasilitas umum untuk jalan tol," aku dia.

Dari semua luas tanah di ponpes, tak semua bangunan Pondok Pesantren Yayasan Aitam Indonesia sendiri bakal berganti menjadi aspal tol yang lentir.

Dikatakan oleh Anie, sisa tanahnya seluas 2.100 meter persegi masih bisa selamat dan tetap mereka gunakan.

Adapun di Ponpes itu terdapat 70 lebih anak yatim piatu yang selanjutnya mereka bakal dipindah ke beberapa ponpes lain.

"Rencannya nanti mereka dipindah di 3 tempat, di Ngasem yang tidak terdampak tol, di Ngawen Klaten dan tempat Ibu saya di Kartasura," ujarnya.

Anie sendiri mendapat ganti rugi pembangunan tol Solo-Joga sebesar Rp 16 miliar.

Sedianya uang tersebut bakal dipakai untuk menutup utang yayasan dan pengembangan pondoknya yang terus dipadati anak yatim dari berbagai daerah.

Baca juga: Sah! 50 Desa yang Ada di 11 Kecamatan di Kabupaten Klaten Resmi Terdampak Proyek Tol Solo-Jogja

Baca juga: Update Proyek Tol Solo-Jogja Telah Masuki Identifikasi Lahan, Segera Diadakan Negosiasi dengan Warga

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved