Breaking News:

Berita Sragen Terbaru

Pemprov Jateng Naikkan UMP 2021, Plt Bupati Sragen : Dilihat Dulu Pertumbuhan & Inflasi di Solo Raya

"Kalau itu acuannya maka UMK Sragen tetap Rp 1.815.914," jelasnya kepada TribunSolo.com, Sabtu (20/11/2020).

KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN
Ilustrasi uang 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Rahmat Jiwandono

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Pemkab Sragen belum memutuskan apakah akan ada kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) atau tidak di tengah pandemi Covid-19.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sragen, Dedi Endriyatno menyatakan, ada hal yang menjadi pertimbangan untuk menaikkan UMK.

Pertama terkait inflasi, jika mengacu pada pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu) bahwa perekonomian di Indonesia dipastikan inflasi imbas Covid-19.

"Kalau itu acuannya maka UMK Sragen tetap Rp 1.815.914," jelasnya kepada TribunSolo.com, Sabtu (20/11/2020).

Baca juga: Rumah Warga di Ngargoyoso Karanganyar Ambrol, Tertimpa Meterial Longsor Pasca Hujan Deras

Baca juga: Pro Kontra Kenaikan UMK 2021: Apindo Karanganyar Minta UMK Tak Naik, Buruh Desak UMK Naik

Namun jika pertimbangannya pertumbuhan ekonomi, tidak dipungkiri UMK bisa naik.

"Tapi saat ini ekonomi sedang minus," katanya.

Menurutnya, sebelum memutuskan kenaikan UMP ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan.

"Termasuk dari pengusahanya, setuju tidak ada kenaikan UMK," katanya.

Meski Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah memutuskan untuk menaikkan Upah Minimum Provinsi (UMP), pihaknya tidak bergantung pada faktor tersebut.

Halaman
123
Penulis: Rahmat Jiwandono
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved