Breaking News:

Berita Sukoharjo Terbaru

Pedagang Toko Klontong di Grogol Sukoharjo Tewas Gantung Diri, Ditemukan Kakak dan Suaminya

"Namun, sesampainya di rumah korban, mereka mendapati pintu rumah bagian depan terkunci semua," kata Sopian kepada TribunSolo.com.

kompas.com
Ilustrasi : Seorang pesilat PSHT di Sragen yang masih berusia 13 tahun, tewas saat latihan. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Seorang wanita berinisial SR (43) ditemukan tewas menggantung di ruang garasi belakang rumahnya, Desa Sanggrahan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo. 

Ia ditemukan Minggu (22/11/2020) sekira pukul 09.15 WIB oleh kakak kandung korban dan suaminya. 

Kapolsek Grogol, AKP Sopian Rahmadyanto mengatakan, awalnya kakak kandung korban bersama suaminya berkunjung ke rumah. 

Baca juga: Angkutan Barang Akan Dibatasi saat Libur Nataru, Pemerintah Dapatkan Kritikan dari Aptrindo Jateng

Baca juga: Seorang Siswi SMK di Gunungkidul Tewas Gantung Diri di Kamarnya, Diduga Karena Masalah Percintaan

Mereka saat itu hendak mengantarkan makanan kepada korban.

"Namun, sesampainya di rumah korban, mereka mendapati pintu rumah bagian depan terkunci semua," kata Sopian kepada TribunSolo.com, Minggu (22/11/2020).

Suami dan kakak korban, sambung Sopian, kemudian melihat pintu samping rumah tidak terkunci. 

Mereka kemudian memutuskan masuk ke rumah korban dari pintu tersebut dan dibuat terkaget-kaget. 

"Mereka mendapati bahwa korban dalam posisi tergantung dengan seutas tali di leher dan sudah dalam keadaan meninggal dunia," tuturnya. 

Seusai mendapati korban meninggal dunia gantung diri, kakak korban dan suaminya langsung melaporkan kejadian ke polisi. 

Personel Polsek Grogol kemudian diluncurkan ke lokasi kejadian untuk mengindentifikasi dan pemeriksaan luar terhadap korban. 

Dari informasi yang dihimpun TribunSolo.com, korban kesehariannya bekerja sebagai penjual toko klontong. 

"Korban tinggal di rumah tersebut hanya dengan suaminya yang sudah sekitar 2 bulan ini menderita sakit stroke," tandasnya.

*Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri.

Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa. Berbagai saluran telah tersedia bagi pembaca untuk menghindari tindakan bunuh diri, satu di antaranya adalah Hotline Psychology Mobile RSJD dr. Arif Zainudin Surakarta 08122551001. (*)

Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Ryantono Puji Santoso
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved