Breaking News:

Penanganan Covid

Terkait Kluster Kerumunan Tebet dan Petamburan, Satgas Covid-19 Lakukan Pelacakan Secara Agresif

Bahkan, Kemenkesdan Satgas Covid-19 telah menurunkan lebih dari 5.000 pelacak kontak di 10 provinsi prioritas untuk menulusuri penularan dan kontak.

Kemenkes
Plt. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, dr. H. Muhammad Budi Hidayat, M. Kes. 

TRIBUNSOLO.COM - Terkait kerumunan yang terjadi di Tebet-Petamburan beberapa waktu yang lalu membuat Satgas Covid-19 melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan melakukan pelacakan secara agresif.

Bahkan, Kemenkesdan Satgas Covid-19 telah menurunkan lebih dari 5.000 pelacak kontak di 10 provinsi prioritas untuk menulusuri penularan dan kontak erat.

Hal ini disampaikan Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, M Budi Hidayat.

“Kami berharap masyarakat terbuka dan mendukung relawan pelacak kontak untuk memutus rantai penularan,” ujar Budi dalam konferensi pers, Minggu (22/11/2020).

Budi mengatakan penguatan tracing dengan rasio 1:30, yakni satu pasien berbanding 30 kontak erat yang dilacak.

Pelacakan dilakukan secara agresif ditingkat kecamatan, terutama pada kerumunan dalam jumlah besar, sekaligus dilakukan pemantauan yang intensif dalam 14 hari kedepan.

Baca juga: Doni Monardo Tegaskan Tak Ada Diskriminasi Pembubaran Kerumunan: Covid-19 Ini Bukan Rekayasa

Baca juga: Doni Monardo Minta Warga yang Pernah Berada di Kerumunan untuk Lakukan Swab

Baca juga: Cerita Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo: 3 Bulan Tidak Bisa Pulang Ke Rumah karena Tangani Corona

Budi meminta agar selama masa pandemi tidak menggelar kegiatan yang menimbulkan banyak kerumunan orang.

Sebab, berkerumun dapat memicu terjadinya penularan virus corona.

“Kita harus bekerja sama agar covid-19 dapat segera diatasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, pihaknya juga menekankan kepada seluruh tokoh umat maupun siapapun yang memiliki peran penting dalam suatu komunitas tertentu agar lebih bijak serta memberikan keteladanan kepada masyarakat tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan.

Halaman
12
Editor: Reza Dwi Wijayanti
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved