Breaking News:

Solo KLB Corona

Libur Panjang Akhir Tahun Terancam Dipangkas, Wali Kota Solo Fx Rudy : Jangan Mudik Dulu

Pemangkasan hari libur cuti bersama Desember 2020 dan awal 2020 diwacanakan Pemerintah Pusat. 

Penulis: Ilham Oktafian | Editor: Adi Surya Samodra
TribunSolo.com/Adi Surya
Wali Kota Solo, Fx Hadi Rudyatmo saat ditemui di kediamannya, Kelurahan Pucangsawit, Kecamatan Jebres, Kota Solo, Rabu (28/10/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ilham Oktafian

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pemangkasan hari libur cuti bersama Desember 2020 dan awal 2020 diwacanakan Pemerintah Pusat. 

Pemangkasan itu diwacanakan karena masih berakhirnya pandemi virus Corona

Wacana pemangkasan libur akhir tahun ditanggapi Wali Kota Solo, Fx Hadi Rudyatmo. 

Sembari menanti keputusan final, Rudy mengimbau supaya warganya untuk tidak mudik terlebih dulu.

"Seandainya tidak dikurangi ya saya berharap warga tidak mudik dulu sebelum Covid-19 ini bisa kita kendalikan, sambil menunggu vaksin yang sudah direncanakan pemerintah pusat," katanya, Rabu (25/11/2020).

Imbauan itu, lanjut Rudy, berlaku juga bagi para perantau warga Solo yang ingin kembali ke kampung halamannya.

Baca juga: Sebaran Covid-19 di Sragen : Positif Corona Tambah 25 Kasus dan Tiga Pasien Sembuh

Baca juga: Update Virus Corona Klaten 24 November 2020 : 31 Kasus Positif Baru, 8 Kasus di Kecamatan Juwiring

"Di luar Kota Solo juga, sehingga sama-sama adil lah," ujar dia.

"Jadi warga masyarakat Solo tidak keluar kota dulu, yang luar kota jangan mudik ke Solo dulu," tegasnya.

Diketahui jika angka kasus Covid-19 di Kota Solo terus mengalami penambahan.

Pemkot Solo pun dibuat khawatir, lebih lebih keberadaan libur panjang bakal berpotensi menambah ledakan selanjutnya yang cukup tinggi.

"Ini yang namanya imbauan, namun kita mau mengecek, mengontrol dari mana, di jalan raya tidak mungkinlah kita melakukan operasi dan sebagainya," tutur dia.

"Namun paling tidak imbauan ini untuk kepentingan bersama, bukan kepentingan Walikota Wakil Walikota atau kepentingan ASN, namun kepentingan seluruh warga masyarakat di Solo dan Indonesia seluruhnya," tambahnya.

Pemerintah Lakukan Pengkajian

Sementara itu, soal periode libur panjang akhir tahun 2020 sampai saat ini masih terus dikaji pemerintah.

Hal itu diungkapkan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito.

Menurut Wiku, pengkajian dilakukan dengan cermat karena belajar dari pengalaman libur panjang sebelumnya yang menyebabkan meningkatnya kasus meninggal akibat Covid-19.

"Pemerintah saat ini sedang mengkaji periode masa libur panjang akhir tahun, karena berdasarkan analisa setiap liburan panjang pada masa pandemi memakan korban," kata Wiku dalam konferensi pers virtual di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, (24/11/2020).

Selain memakan korban, libur panjang di masa Pandemi Covid-19 juga menyebabkan meningkatnya temuan kasus Corona.

Misalnya libur panjang Idul Fitri 22-25 Mei, libur panjang pada 20-23 Agusuts, serta libur panjang periode 28 Oktober sampai 1 November.

"Pada prinsipnya apapun keputusan yang diambil pemerintah maka keputusan ini selalu mengutamakan keselamatan masyarakat Indonesia di tengah pandemi Covid-19," katanya.

Baca juga: Cegah Penularan Covid-19, Satgas Akan Terus Pantau Penyelenggaraan Pilkada 2020

Baca juga: Deteksi Cepat Penularan Covid-19, Hari Ini Karanganyar Pakai Swab Antigen dan Tinggalkan Swab PCR

Wiku mengatakan pemerintah khawatir libur panjang akhir tahun 2020 meningkatkan kasus Covid-19 secara signifikan.

Karena durasi libur panjang akhir tahun lebih panjang dari libur panjang pada periode-periode sebelumnya di masa pandemi Covid-19.

"Perlu diingat masa libur panjang akhir tahun 2020 memiliki durasi yang lebih panjang dan dikhawatirkan berpotensi menjadi manifestasi perkembangan kasus menjadi 2 bahkan 3 kali lipat lebih besar dari masa libur panjang sebelumnya," katanya.

Peningkatan tersebut terjadi karena masyarakat abai menerapkan protokol kesehatan pada saat liburan atau berkativitas di luar rumah. Terutama dalam menghindari kerumunan.

"Oleh Karena itu untuk mengantisipasi ini saya selalu menekankan pentingnya disiplin terhadap protokol kesehatan 3 M, serta selalu menghindari kerumunan dalam setiap kegiatan," pungkasnya.

Sebelumnya, sebagai upaya untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19, Presiden meminta jumlah hari libur panjang akhir tahun dikurangi.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy usai rapat terbatas dengan Presiden di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, (23/11/2020).

"Masalah libur, cuti bersama akhir tahun termasuk libur pengganti cuti bersama hari raya Idul Fitri, Bapak Presiden memberikan arahan supaya ada pengurangan," kata Muhadjir.

Libur panjang akhir tahun dikhawatirkan meningkatkan mobilitas warga di tengah Pandemi Covid-19. Apalagi libur hari raya Idul Fitri 2020 digeser ke akhir tahun karena adanya pandemi virus Corona atau SARS-CoV-2.

Sehingga pada akhir tahun nanti selain hari raya Natal pada 24-25 Desember 2020, dan juga Tahun Baru pada 1 Januari 2021, akan ada libur hari raya Idul Fitri.

Presiden meminta masalah libur panjang tersebut dibahas secara teknis sesegera mungkin di tataran kementerian dan lembaga.

"Beliau memerintahkan supaya segera ada rapat koordinasi yang dilakukan oleh Kemenko PMK dengan kementerian/lembaga terkait. Terutama, berkaitan masalah libur akhir tahun dan pengganti libur cuti bersama Idul Fitri," katanya. (Taufik Ismail)

Catatan Redaksi:

Bersama-kita lawan virus corona.

TribunSolo.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin) Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul: Tekan Penyebaran Covid-19, Pemerintah Masih Kaji Periode Libur Panjang Akhir Tahun

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved