Breaking News:

Pilkada Wonogiri 2020

Potret Hartanto dan Jekek Pakai Baju Bermotif Batik saat Debat Pilkada Wonogiri 2020, Ini Maknanya

Menurut Joko Purnomo, pakaian yang ia kenakan memiliki makna mendalam yang pencerminkan persatuan dan kesatuan. 

Penulis: Agil Tri | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Agil Tri
Kedua paslon Pilkada Wonogiri 2020, di Hotel Best Western Premier Solo Baru Solo, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Kamis (26/11/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Hartanto-Joko Purnomo (Harjo) dan Joko Sutopo-Setyo Sukarno (JOSSS) kompak kenakan pakain bermotif batik saat debat publik Pilkada Wonogiri 2020, Kamis (26/11/2020).

Harjo, nampak kenakan kemeja motif batik pada bagian atas dan kerah, dikolaborasikan dengan warna putih. 

Menurut Joko Purnomo, pakaian yang ia kenakan memiliki makna mendalam yang pencerminkan persatuan dan kesatuan. 

Baca juga: Ratusan Gram Sabu-sabu, Ganja hingga dan HP Hasil Kejahatan Dimusnahkan di Solo, Ini Penampakannya

Baca juga: Setyo Sukarno Minim Bicara saat Debat Pilkada Wonogiri 2020, Jekek Sebut Kolaborasi yang Baik

Yang mana, baju tersebut dibuat berdasarkan karakteristik dari Harjo. 

"Saat kami mau nyalon, pak Joko itu kan nasionalis, dan pak Hartanto religius, maka dibuat warna baju hijau dam merah," katanya kepada TribunSolo.com.

"Makanya baju ini dibuat untuk mencerminkan keberagaman," imbuhnya. 

Dia mengatakan, makna dari pakaian yang dikenakan Harjo ini memiliki pesan mendalam untuk mewujudkan Pluralisme. 

Sementara Josss mengenakam hem batik warna merah. 

Menurut Joko Sutopo, baju yang ia kenakan merupakan batik khas Wonogiri. 

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved