Breaking News:

Pilkada Wonogiri 2020

Setyo Sukarno Minim Bicara saat Debat Pilkada Wonogiri 2020, Jekek Sebut Kolaborasi yang Baik

Pada debat Pilkada Wonogiri, Pasangan kandidat Joko Sutopo dan Seto Sukarno suguhkan kolaborasi unik dalam berdebat

Penulis: Agil Tri | Editor: Muhammad Irfan Al Amin
tribunsolo.com/AgilTri
Ketua KPU Kabupaten Wonogiri Toto Sih Setyo (tengah) saat berfoto dengan kedua Paslon Pilkada Wonogiri 2020, di Hotel Best Solo Baru Solo, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Kamis (26/11/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - KPU Wonogiri menggelar debat publik Pilkada Wonogiri 2020 di Hotel Best Western Solo Baru, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Kamis (26/11/2020).

Paslon Bupati - Wakil Bupati Wonogiri nomor urut 01 Hartanto-Joko Purnomo (Harjo), dan dari nomor urut 02 Joko Sutopo-Setyo Sukarno (JOSSS), hadir dalam debat tersebut.

Baca juga: Jekek vs Hartanto di Debat Pilkada Wonogiri : Diamankan 100 Personel dan Dilengkapi Metal Detektor

Baca juga: Debat Perdana Pilkada Wonogiri 2020 Antara Jekek vs Hartanto Digelar di Sukoharjo, Ini Alasannya

Dalam debat yang berlangsung selama dua jam tersebut, nampak Calon Bupati dari kedua Paslon lebih mendominasi jalannya debat.

Bahkan, Calon Wakil Bupati nomor urut 02 jarang berbicara saat debat berlangsung.

Dari Paslon 02, Joko Sutopo lebih mendominasi saat menjawab pertanyaan dari tim panelis, maupun Paslon 01.

Menurut Jekek, julukan bagi Joko Sutopo, minimnya porsi Setyo berbicara merupakan sebuah konsep yang telah disepakati.

"Debat ini bukan bicara Jekek ataupun Setyo, ini merupakan suatu konsep yang kita sepakati, semua berjalan baik," kata dia.

Menurut Jekek, wakilnya itu bertugas untuk mencermati jalannya Debat Publik, karena lebih berpengalaman di legislatif.

"Beliau (Setyo) mendalam di pertanyaan, karena profesinya lebih ke legislatif, sehingga lebih kepencermatan dan pertanyaan." ucapnya.

"Kalau saya kan di eksekutif, lebih kepada program dan perancanan," imbuhnya.

Sementara itu, Setyo mengatakan, pihaknya puas dengan hasil debat publik yang telah dijalani.

"Kami merasa lebih memahami dan menguasai tentang pertanyaan yang disampaikan." kata Setyo.

"Jadi akan memberikan kami peluang lebih besar pada Pilkada 9 Desember mendatang," tandasnya.

Sementara dari Paslon 01, porsi bicara lebih banyak dilakukan oleh Hartanto, namun setiap segmen, Joko Purnomo juga diberikan porsi untuk menambahkan atau bertanya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved