Breaking News:

Kini Belanja di 10 Perusahaan Digital Ini Bakal Kena PPN 10%, Termasuk Bukalapak hingga Tokopedia

Aturan baru soal pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 10% pada situs belanja online mulai diterapkan.

(Zinkevych)
Pria belanja online 

TRIBUNSOLO.COM - Aturan baru soal pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 10% pada situs belanja online mulai diterapkan.

Hal ini sesuai dengan penunjukan 10 perusahaan digital tersebut yang menjadi pemungut PPN. 

Baca juga: Pandemi Corona, Perusahaan Jastip Belanja Online Banjir Pesanan, Naik 200 Persen

Ini merupakan tindak lanjut dari aturan Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) yang disahkan melalui Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2020 yang melaksanakan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 terkait Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Pemerintah Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19.

“Jumlah PPN yang harus dibayar pelanggan adalah 10% dari harga sebelum pajak, dan harus dicantumkan pada kuitansi atau invoice yang diterbitkan penjual sebagai bukti pungut PPN,” kata Direktur Pelayanan, Penyuluhan, dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Hestu Yoga Saksama beberapa waktu lalu.

Dia menambahkan, khusus untuk marketplace yang merupakan Wajib Pajak Dalam Negeri (WP DN) yang ditunjuk sebagai pemungut, maka pemungutan PPN hanya dilakukan atas penjualan barang dan jasa digital oleh penjual luar negeri yang menjual melalui marketplace tersebut. 

Kata Yoga, pihaknya berkomitmen terus mengidentifikasi dan aktif menjalin komunikasi dengan sejumlah perusahaan lain yang menjual produk digital luar negeri ke Indonesia untuk melakukan sosialisasi dan mengetahui dari sisi kesiapan. Sehingga diharapkan dalam waktu dekat jumlah pelaku usaha yang ditunjuk sebagai Pemungut PPN produk digital akan terus bertambah. 

Baca juga: Pasca Heboh Video Syur Mirip Gisel, Baju Gisel Outer Warna Hijau Dijual di Situs Belanja Online

Berikut ini 10 perusahaan yang memungut pajak dari konsumen mulai hari ini;

  1. PT Bukalapak.com
  2. PT Tokopedia
  3. PT Ecart Webportal Indonesia (Lazada)
  4. PT Fasihion Eservices Indonesia (Zalora)
  5. PT Global Digital Niaga (Blibli.com), Valve Corporation (Steam)
  6. beIN Sports Asia Pte Limited
  7. Cleverbridge AG Corporation
  8. Hewlett-Packard Enterprise USA
  9. Softlayer Dutch Holdings B.V. (IBM)
  10. Valve Corporation (Steam) 

Untuk meminimalisir penipuan saat berbelanja online, simak 5 tips penting terhindari dari penipuan saat berbelanja online berikut ini:

Artis Senior yang Miliki Paras Cantik Ini Tak Segan Makan di Warteg dan Belanja di Pasar Tradisional

1. Pastikan situs yang digunakan sudah terpercaya

Saat ini banyak sekali situs belanja online yang merebak di masyarakat.

Halaman
123
Editor: Naufal Hanif Putra Aji
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved