Breaking News:

Solo KLB Corona

Pasar Gede Lockdown, Pedagang Tak Boleh Berjualan Sepekan, Petugas Keamanan Jaga Ketat Pintu Masuk

Petugas keamanan gabungan dari Satpam dan polilsi bersiaga di pintu masuk Pasar Gede, Kelurahan Sudiroprajan, Kecamatan Jebres, Kota Solo.

Penulis: Ryantono Puji Santoso | Editor: Adi Surya Samodra
TribunSolo.com/ Ryantono Puji Santoso
Pintu masuk Pasar Gede, Kelurahan Sudiroprajan, Kecamatan Jebres, Selasa (1/12/2020). 

Penghematan mau tidak mau dilakukan Suwarno.

Apalagi pemasukannya selama pandemi Covid-19 tidak seencer dulu alias seret.

"Tabungan kalau ada ya dikeluarin untuk menunjang kehidupan selama lockdown," ucap Suwarno. 

Suwarno mengungkapkan pemasukannya merosot hingga 50 persen bila dibandingkan sebelum pandemi Covid-19 melanda. 

Meski rambak kulit jualannya masih menjadi satu primadona yang diburu pelanggan. 

"Kalau biasanya rata-rata normal Rp 700 ribu per hari sekarang Rp 350 ribu," tandasnya.

Keputusan Wali Kota

Pasar Gede yang menjadi ikon Kota Solo di Jalan Urip Sumoharjo ditutup selama seminggu ke depan mulai Selasa 1 Desember hingga Selasa 7 Desember 2020.

Penutupan sementara pasar di Kelurahan Sudiroprajan, Kecamatan Jebres yang dilakukan Pemkot karena ada banyak pedagang positif Corona.

Setidaknya ada 11 pedagang Pasar Gede yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

"Sudah saya minta tutup untuk disterilkan dulu," kata Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo kepada TribunSolo.com, Senin (30/11/2020).

Baca juga: Anies Baswedan Gubernur DKI Jakarta Terkonfirmasi Positif Covid-19

Baca juga: Kasus Covid-19 Karanganyar Terus Bertambah, Juliyatmono : Harus Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

Adapun bagian Pasar Gede Solo yang ditutup sementara yakni sisi timur selama sepekan. 

Penutupan tersebut terhitung mulai 1 Desember 2020 sampai 7 Desember 2020.

Awalnya 2 Pedagang

Sebelumnya, langkah penutupan sementara Pasar Gede Solo baru dalam rencana.

Rencana penutupan tersebut menyusul ditemukannya 2 kasus pedagang Pasar Gede positif Covid-19.

"Kita tutup dulu apakah semuanya apa per blok kami evaluasi dulu, blok mana kita lihat dulu," kata Ketua Pelaksana Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Solo, Ahyani, Senin (30/11/2020).

"Kalau bloknya merata, ya, kami tutup semua. Kalau hanya ngumpul di satu blok, ya blok itu saja," tambahnya. 

Tracing dan uji swab kontak erat dan dekat pasien, sambung Ahyani, telah dilakukan.

Dari tracing tersebut ditemukan ada 4 sampai 6 kontak erat dan dekat.

"Kalau ini berkumpul di satu blok, ya satu blok itu kami tutup semuanya," ucap dia. 

Satgas Penanganan Covid-19 Kota Solo masih akan melakukan tracing mendalam untuk menemukan kontak erat dan dekat lain. 

"Apa ada ekornya lagi kami lihat," ujar Ahyani. 

Sudah Koordinasi

Kepala Dinas Perdagangan Kota Solo, Heru Sunardi mengatakan penutupan tersebut diambil setelah temuan 11 pedagang terkonfirmasi positif Covid-19.

Temuan tersebut didapatkan dari hasil tracing terhadap kasus temuan 3 pedagang Pasar Gede Solo positif Covid-19 sebelumnya. 

"Pagi tadi dari Dinas Kesehatan Kota Solo melaporkan tambah 8 pedagang yang terkonfirmasi positif Covid-19," terang Heru kepada TribunSolo.com, Senin (30/11/2020).

Penutupan Pasar Gede Solo, sambung Heru, kemudian diambil setelah adanya temuan kasus tersebut. 

Keputusan penutupan tersebut diambil untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Pedagang yang positif Covid-19 sudah diminta untuk menjalani karantina mandiri," tutur Heru. 

Informasi penutupan Pasar Gede Solo sudah diberitahukan kepada para pedagang.

Baca juga: Imbas 2 Pedagang Positif Corona, Pasar Gede Solo Akan di-Lockdown, Ini Penjelasan Satgas Covid-19

Baca juga: Masih Pandemi Corona, Polisi Minta Ratusan Simpatisan EA yang Geruduk Panwascam Gatak Bubar 

Paguyuban Pedagang Pasar Gede Solo sudah diminta untuk menginformadikan ke para pedagang. 

"Menginformasikan mulai besok Pasar Gede ditutup, sehingga barang-barang yang mudah rusak hari ini segera dikeluarkan," ucap Heru. 

Dari pantauan TribunSolo.com, penyemprotan disinfektan dilakukan di lingkungan Pasar Gede Solo sekira pukul 16.00 WIB.

Penyemprotan dilakukan sejumlah petugas berpakaian alat pelindung diri (APD) lengkap. 

Sejumlah kios dan los sudah tutup, tak terkecuali kios es dawet telasih langganan Presiden Jokowi, Bu Dermi. 

Hanya ada segelintir pedagang yang masih beberes barang dan menutup kios ataupun los mereka. 

"Penutupan 7 hari  semoga nanti tidak ada perubahan," tandasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved