Breaking News:

Penanganan Covid

Mengenal Istilah Long Covid: Bukan Virus Corona yang Tersisa di Badan Pasien

Dr. Agus menyebut  gejala-gejala seperti sesak nafas, nyeri sendi serta kelelahan secara fisik merupakan tanda Long Covid-19.

Editor: Reza Dwi Wijayanti
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
ILUSTRASI : Petugas medis Dinas Kesehatan Kota Bogor melakukan swab test Covid-19 di Pasar Bogor, Selasa (12/5/2020). Seorang pedagang dinyatakan positif Corona setelah mengikuti rapid test Covid-19 massal yang digelar Badan intelijen Negara (BIN) di Pasar Bogor kemarin. 

TRIBUNSOLO.COM - Long Covid-19 bukan virus Corona yang tersisa di badan pasien.

Hal ini dijelaskan Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia dr. Agus Dwi Susanto saat diskusi bertajuk Mewaspadai Efek Jangka Panjang Covid-19 yang disiarkan kanal YouTube BNPB Indonesia, Kamis (3/12/2020).

Meskipun pasien sudah dinyatakan negatif Covid-19 melalui tes swab.

Baca juga: Terkait Istilah Asing Dalam Penanganan Covid-19, Doni Monardo: Tidak Semua Masyarakat Mengerti

Baca juga: Masjid Al-Musannif Wong Solo Resmi Didirikan di Medan, Puspo: Bisa Digunakan Masyarakat Umum

Baca juga: Ketum Umum Demokrat AHY : Cabup Klaten One Krisnata Miliki Idealisme dan Semangat Juang

Dr. Agus menyebut  gejala-gejala seperti sesak nafas, nyeri sendi serta kelelahan secara fisik merupakan tanda Long Covid-19.

Menurut dia, hal tersebut merupakan suati kelainan yang menetap secara anatomik yang akhirnya mempengaruhi secara fungsional ke kondisi pasien.

"Sebenarnya kalau kita bicara long covid, ini bukan coronavirus yang tersisa. Tetapi dalam bahasa medis yaitu gejala yang muncul pasca dinyatakan sembuh dan ini bisa terjadi akibat proses ketika sakit menimbulkan kelainan yang menetap secara anatomik," kata Agus.

Sebagai dokter yang menangani paru, menurut Agus, sering ditemukan pada pasien long covid itu adalah kondisi paruh-parunya itu ada Fibrosis.

Fibrosis ini menyebabkan Oksigen tidak bisa masuk ke dalam paru-paru.

Akibatnya, pasien keluhannya nafas yang berat.

Baca juga: Doni Monardo Sebut Vaksin Terbaik Lawan Corona adalah Patuh pada Protokol Kesehatan

Baca juga: Doni Monardo Minta Warga yang Pernah Berada di Kerumunan untuk Lakukan Swab

Hal itu bisa dilihat dari tes uji fungsi parunya.

"Ada kekakuan pada jaringan paru yang sifatnya menetap, bisa dalam 2-3 bulan," jelasnya. 

Catatan Redaksi:

Bersama kita lawan virus corona. Tribunsolo.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. ingat pesan ibu 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Dokter Agus Dwi Sebut Long Covid Bukan Virus Corona yang Tersisa di Badan Pasien

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved