Breaking News:

15 Hal Baru dalam Proses Pemungutan Suara Terkait Penerapan Protokol Kesehatan, Ini Penjelasan KPU

Pilkada tahun ini pun berbeda dengan tahun sebelumnya dengan adanya perhatian khusus terhadap protokol kesehatan (Prokes) yang wajib diberlakukan.

Penulis: Naufal Hanif Putra Aji | Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
KOMPAS/MAHDI MUHAMMAD
Ilustrasi 

TRIBUNSOLO.COM - Pemungutan suara Pilkada Serentak 2020 diselenggarakan di tengah pandemi Covid-19.

Pilkada tahun ini pun berbeda dengan tahun sebelumnya dengan adanya perhatian khusus terhadap protokol kesehatan (Prokes) yang wajib diberlakukan.

Baca juga: Tata Cara Coblosan saat Pandemi : Datang ke TPS, Pemilih Bawa Bolpoin Sendiri & Ada Sarung Tangan

Dikutip dari Kompas.com, menurut Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi, setidaknya ada 15 hal baru dalam proses pemungutan suara di TPS.

Hal baru tersebut di antaranya mengenai adanya pengurangan jumlah pemilih per-TPS dari maksimal 800 menjadi maksimal 500 orang.

Lalu, ada pengaturan kehadiran pemilih ke TPS diatur jamnya, setiap jam untuk sekian pemilih.

Jadi, kehadiran pemilih rata per-jam, tidak menumpuk di pagi hari seperti sebelum-sebelumnya.

Selanjutnya, pemilih antre di luar maupun di dalam TPS akan diatur jaraknya, sehingga tidak terjadi kerumunan.

Selain itu, pemilih maupun petugas dilarang bersalaman, termasuk bersalaman sesama pemilih.

Berikutnya, disediakan perlengkapan cuci tangan portable di TPS bagi pemilih sebelum dan sesudah mencoblos.

Hal baru lainnya yakni petugas KPPS mengenakan masker selama bertugas serta disiapkan masker pengganti sebanyak 3 buah.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved