Breaking News:

Pilkada Sukoharjo 2020

Pilkada Sukoharjo 2020, Tim Joswi Bentuk Satgas Anti Money Politik, Tim EA Bentuk Tim Hitung Cepat

Kedua tim kemenangan Paslon Pilkada Sukoharjo telah menyiapkan tim khusus untuk pengawasan jelang, saat, dan akhir Pilkada Sukoharjo 2020.

Penulis: Agil Tri | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Istimewa Youtube KPU
Wiwaha yang menjadi wakilnya Joko Paloma dan Agus Santosa yang menjadi wakilnya Etik Suryani lebih banyak memegang mik saat debat publik perdana di Hotel Tosan Solo Baru, Sabtu (17/10/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Kedua tim kemenangan Paslon Pilkada Sukoharjo 2020 telah menyiapkan tim khusus untuk pengawasan jelang, saat, dan akhir Pilkada Sukoharjo 2020.

Dari tim Paslon 02, Joko Santosa - Wiwaha Aji Santosa (Joswi), pihaknya  membentuk Satgas Anti Money Politik. 

Eko Sapto Purnomo salah satu anggota tim pemenangan Paslon mengatakan, dibentuknya Satgas Anti Money Politik untuk mengawasi proses masa hari tenang hingga saat pemungutan suara pada 9 Desember mendatang. 

Baca juga: Coblosan Pilkada Solo 2020: Gibran di TPS 28 Kelurahan Manahan, Bagyo di TPS 8 Kelurahan Penumping

Baca juga: Lengkap, Daftar Harga Mobil Murah di Akhir Tahun 2020: Ada Honda, Suzuki hingga Toyota

"Satgas anti money politik siap berpartisipasi aktif, karena ini bagian dari partisipasi masyarakat," kata Sapto, Senin (7/12/2020).

"Ini kita bentuk dalam rangka untuk mengamankan, menjaga hati nurani masyarakat sampai di TPS tidak berubah pikiran karena ada tekanan atau iming-iming," tambahnya. 

Sementara, jumlah relawan satgas yang dikerahkan untuk memantau tahapan selama 3 hari masa tenang hingga pemungutan dan penghitungan suara mencapai sekira 2.000 orang.

Jumlah tersebut diturunkan di 12 kecamatan di Kabupaten Sukoharjo.

"Satgas ini untuk melacak, memonitor, memburu, menangkap mengamankan barang bukti dan saksi, kemudian dilaporkan ke pihak berwenang," tegasnya.

Namun sebelum diterjunkan ke semua wilayah di Sukoharjo, Sapto telah membekali saksi yang bertugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dengan pelatihan untuk mengantisipasi potensi kecurangan, yakni, penggelembungan suara.

"Mereka kami bekali aplikasi untuk membuat laporan secara real time, sehingga nanti setiap pergerakan kotak suara akan kami kawal," ucapnya.

"Mulai dari TPS, desa, kecamatan, hingga ke tingkat kabupaten," imbuhnya.

Hal serupa juga dibentuk oleh tim pemenangan Etik Suryani - Joko Santosa (EA), seperti yang diungkapkan Wawan Pribadi selaku ketua tim pemenangannya. 

"Nanti kami ada tim hitung cepat, di Solo Baru (rumah Etik)," ucapnya. 

"Nanti kita siapkan layar di luar untuk nonbar," tandasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved