Berita Solo Terbaru

Ada Kabar Penyekatan Pemudik di Solo, PHRI: Dampak Kerugiannya Sangat Besar

Isu lockdown dan penyekatan pemudik yang beredar di Kota Solo rupanya menghantam industri perhotelan

Penulis: Ilham Oktafian | Editor: Muhammad Irfan Al Amin
TribunSolo.com/Ryantono Puji Santoso
Pegawai The Sunan Hotel Solo mengenakan APD saat menerima tamu, jumat (5/6/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ilham Oktafian

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Isu lockdown dan penyekatan pemudik yang beredar di Kota rupanya menghantam industri perhotelan.

Humas PHRI Solo Sistho A Srestho menyebut isu tersebut sebagai serangkaian pukulan yang bertubi tubi.

Baca juga: Hasil Swab Negatif Covid-19, Wali Kota Rudy Langsung Tinjau Kesiapan Rumah Karantina Pemudik

Baca juga: Wali Kota Solo Rudy Jalani Uji Swab & Karantina Mandiri: Kerja dari Rumah, Kegiatan Virtual 

Pukulan pertama yakni pemangkasan libur akhir tahun yang diputuskan pemerintah belum lama ini.

"Akhir tahun ini sudah ditunggu tunggu oleh perhotelan se-Soloraya," katanya saat dihubungi TribunSolo.com, Kamis (10/12/2020).

Selanjutnya yakni kebijakan bagi para pelancong, termasuk di Kota Solo yang bakal dikarantina terlebih dulu.

Diketahui Pemkot Solo bakal mengkarantina para pemudik selama 14 hari di Benteng Vastenburg sebelum akhirnya dipindah ke Solo Technopark.

"Saat itu karantinanya di Benteng Vastenburg, digambarkan sedemikian rupa, hanya pakai tenda dan sebagainya," paparnya.

Tak hanya itu, segelintir oknum yang menyebar pesan whatsapp berantai tentang lockdown di Kota Solo menambah pukulan bagi dunia perhotelan.

Akibatnya, pihak perhotelan harus mengalami tekor yang tak sedikit.

"Kalau ditanya seberapa besar, dampaknya sangat besar sekali," ungkap Sistho.

Sistho mengaku masih belum dapat merinci angka pasti dari kerugian yang diakibatkan sejak beberapa minggu lalu itu.

"Laporannya belum dapat dihitung, sampai saat ini masih terus ada pembatalan," paparnya.

"Kalau mau kita hitung akhir Desember," imbuhnya menekankan.

Kendati demikian, dari pembicaraan dengan para GM Hotel Se Soloraya, mereka amat menjerit dengan keadaan tersebut.

"Desember ini menjadi antiklimaks," tutupnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved