Breaking News:

Di Tengah Pandemi, Pemerintah Hong Kong Memborong 500.000 Tiket Pesawat, Ternyata Ini Alasannya

Menindaklanjuti hal tersebut, Pemerintah Hong Kong melakukan aksi terpuji yang diharapkan dapat menjadi inspirasi.

Editor: Naufal Hanif Putra Aji
Net
Ilustrasi. 

TRIBUNSOLO.COM - Pandemi Covid-19 berdampak langsung pada beberapa bagian sektor.

Satu diantaranya adalah sektor industri penerbangan masih membutuhkan lebih banyak dukungan.

Baca juga: Respons Epidemiolog Soal Melonjaknya Angka Kematian Corona : Akibat Tingginya Kasus Aktif dan Harian

Tentunya, maskapai tidak ingin memiliki beban hutang dan pinjaman untuk dilunasi saat mereka keluar dari krisis.

Menindaklanjuti hal tersebut, Pemerintah Hong Kong melakukan aksi terpuji yang diharapkan dapat menjadi inspirasi.

Melansir laman Simple Flying, Jumat (11/12/2020), Pemerintah Hong Kong diketahui membeli setengah juta tiket pesawat di tengah pandemi.

Krisis penerbangan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 telah memasuki tahap kedua.

Setelah banyak maskapai penerbangan berjuang untuk bertahan hidup, kini mereka dapat kembali menatap masa depan.

Dengan harapan vaksin akan memulai kembali perjalanan di tahun depan, krisis finansial kini menjadi masalah terakhir sebelum penerbangan dapat dibangun kembali.

Baca juga: Doni Monardo Ajak Masyarakat Tetap di Rumah Selama Libur: Hati-hati Corona dan Cuaca Ekstrem

IATA  telah memperjelas secara fundamental bahwa untuk sebagian besar maskapai penerbangan masih ada kesenjangan finansial.

IATA memprediksikan vaksin mulai berlaku pada kuartal keempat tahun depan.

Maskapai penerbangan, rata-rata, memiliki likuiditas tunai selama delapan bulan di bank, beberapa bahkan lebih sedikit.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved