Breaking News:

Pilkada Solo 2020

Gibran Menang Pilkada Solo 2020, Pengamat UNS Usul ke Depan Ada UU yang Mengatur Politik Dinasti

Kemenangan Gibran Rakabuming Raka di Pilkada Solo 2020 dinilai wajar jika mengulik latar belakangnya.

TRIBUNSOLO.COM/RYANTONO PUJI SANTOSO
Karangan bunga ucapan selamat untuk Gibran dan Teguh di Pilkada Solo 2020 bertuliskan Surya Paloh. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Muhammad Irfan Al Amin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kemenangan Gibran Rakabuming Raka di Pilkada Solo 2020 dinilai wajar jika mengulik latar belakangnya.

Menurut Pengamat Politik dan Tata Negara UNS Solo, Agus Riwanto menyebut justru akan sangat aneh apabila Gibran putra Presiden Joko Widodo (Jokowi) kalah dari kontestasi politik. 

"Kita lihat latar belakangnya siapa, dana kampanyenya berapa, jadi sudah sangat wajar kalau menang," kata Agus kepada TribunSolo.com, Jumat (11/12/2020).

Walaupun secara hukum tidak ada yang melanggar, namun dalam norma etika politik majunya Gibran menjadi wali kota dianggap kurang patut. 

Baca juga: Ayah & Anak Pernah Maju Pilkada Solo, Berapa Angka Partisipasi Pemilih Zaman Jokowi vs Gibran?

Baca juga: Hasil Pilkada Solo Belum Resmi, Markas Tim Gibran Banjir Karangan Bunga, Ada yang dari Surya Paloh

"Tidak ada pasal atau undang-undang yang dilanggar, tapi kalau semisal tradisi politik ini diteruskan kita akan kehilangan orang-orang potensial untuk menjadi pemimpin," terangnya. 

Selain itu sebagian besar masyarakat di Indonesia masih percaya akan sistem politik kekerabatan.

"Masih banyak yang percaya kalau bapaknya baik dalam memimpin maka anaknya juga ikut baik dalam memimpin," jelasnya.

Dirinya berharap ada undang-undang yang bisa melarang politik dinasti. 

"Setidaknya ada satu pasal yang melarang pencalonan kerabat dari penguasa selama dia masih menjabat dan baru bisa maju setelah lima tahun berhenti dalam jabatan," ujarnya.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved