Virus Corona

Respons Epidemiolog Soal Melonjaknya Angka Kematian Corona : Akibat Tingginya Kasus Aktif dan Harian

Angka Kematian Akibat Covid-19 Melonjak, Epidemiolog: Akibat Tingginya Kasus Harian dan Kasus Aktif

Tribunnews/Irwan Rismawan
Petugas penggali makam Covid-19 memakamkan korban Covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Selasa (22/9/2020). Selain tenaga medis, penggali kubur makam Covid-19 menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid-19 di Indonesia. 

TRIBUNSOLO.COM - Kasus kematian Covid-19 di Indonesia mengalami lonjakan kasus.

Diberitakan sebelumnya, kini tercatat 6.310 penambahan, dari sebelumnya 598.933 kasus.

Baca juga: Update Covid-19 Indonesia 11 Desember 2020 : Terjadi Lonjakan 175 Kematian Pasien dalam Sehari

Total kasus Covid-19 di Indonesia sejak terkonfirmasi pada 2 Maret lalu menjadi 605.243 kasus. 

Hal itu dimuat dalam website resmi Kementerian Kesehatan, kemkes.go.id, pada Jumat (11/12/2020) sore.

Kabar baiknya, ada sejumlah 4.911 pasien yang berhasil sembuh.

Artinya jumlah pasien sembuh menjadi 496.886 dari pasien sebelumnya sebanyak 491.975 pasien.

Sementara, jumlah pasien positif Covid-19 yang dinyatakan meninggal dunia juga bertambah sebanyak 175 orang.

Sehingga, total pasien meninggal dunia akibat virus corona menjadi 18.511 orang, dari sebelumnya 18.336.

Penambahan pasien meninggal dunia ini merupakan angka tertinggi sejak kasus Covid-19 pertama kali diumumkan pada 2 Maret lalu.

Penambahan kasus positif tersebut tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.

Pakar Epidemiologi Universitas Airlangga Laura Navika Yamani mengatakan, tingginya jumlah kasus kematian akibat Covid-19 yang dicatat Satuan Tugas Penanganan Covid19, Jumat (11/12/2020), merupakan dampak dari semakin tingginya penambahan kasus harian dan kasus aktif Covid-19.

Akibatnya, fasilitas kesehatan mengalami overkapasitas yang berisiko kepada kesulitan penanganan pandemi.

"Banyaknya kasus harian baik yang bergejala maupun tidak tentunya harus didukung oleh fasilitas kesehatan yang memadai sehingga mendapatkan penanganan lebih cepat dan tidak berisiko pada peningkatan kondisi fatal bahkan kematian," ujar Laura ketika dikonfirmasi Kompas.com.

"Jadi semakin banyak kasus, menyebabkan risiko pada kesulitan penanganan pada orang-orang yang terinfeksi dengan Covid-19," lanjutnya.

Menurutnya, sudah saatnya pemerintah lebih ekstra mengupayakan peningkatan fasilitas kesehatan maupun surveilans kesehatan melalui pelacakan (tracing), pemeriksaan (testing) dan perawatan (treatment) atau 3T agar penyebaran kasus Covid-19 dapat dikendalikan.

Kemudian, dia pun meminta masyarakat lebih meningkatkan kedisiplinan dalam mematuhi protokol kesehatan agar tidak mudah terinfeksi Covid-19.

"Sehingga beban fasilitas kesehatan tidak menjadi tinggi yang menyebabkan terhambatnya penanganan yang berujung pada peningkatan kasus kematian karena covid-19," tambah Laura.

(Kompas)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Angka Kematian Akibat Covid-19 Melonjak, Epidemiolog: Akibat Tingginya Kasus Harian dan Kasus Aktif ", 

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved