Breaking News:

Berita Gunung Merapi

Jaga Psikologis Pengungsi, IDI Boyolali Sarankan Disiagakan Dokter Jiwa di Pengungsian Gunung Merapi

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Boyolali menyebut, kehadiran dokter jiwa dibutuhkan para pengungsi Gunung Merapi. Hal ini untuk menjaga kondis

Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Agil Tri
TribunSolo.com/Adi Surya
Petugas medis saat melakukan pemeriksaan kesehatan pengungsi gunung merapi di Boyolali 

Kemudian berdasarkan hasil pantauan visual, gunung Merapi jelas, namun asap kawah putih tidak teramati.

Tercatat ada 4 kali guguran dengan panjang gelombang 5-25 milimeter, Durasi : 32.9 hingga 115 detik.

Lalu, Merapi mengeluarkan hembusan sebanyak 14 kali dengan panjang gelombang 3 hingga 12 milimeter serta durasi 9,4 hingga 22,9 detik

Kemudian untuk fase banyak di gunung Merapi terjadi 55 kali dengan panjang gelombang 3 sampai 16 Milimeter.

Serta vulkanik dangkal sebanyak  7 kali, dengan panjang gelombang 45 sampai 75 milimeter dengan durasi 14,6 sampai 53,4 detik.

Kemudian berdasarkan laporan BPBD Klaten Sabtu (12/12/2020) malam, terkait jumlah pengungsi Merapi di dua TES sebagai berikut.

Jumlah pengungsi di TES Desa Tegalmulyo, bertambah menjadi 50 jiwa.

Dari total tersebut 4 balita, 8 anak-anak, 22 dewasa, 15 lansia, dan 1 orang berkebutuhan khusus.

Kemudian total pengungsi di TES Desa Balerante, tidak mengalami penambahan Juml pengungsi yaitu 279 jiwa.

Dari jiwa tersebut, terdiri dari 21 Balita, 49 anak, 154 dewasa, 35 lansia, 4 Ibu hamil, 7 ibu menyusui serta 9 berkebutuhan khusus.

Selain itu, di Desa Balerante juga mengungsikan jumlah yang masih sama yaitu 128 ekor hewan ternak.

Dari 128 ekor, 10 ekor merupakan sapi jantan, 44 ekor sapi betina potong, 13 sapi betina perah, 27 sapi betina hamil, 8 ekor burung dara, dan 27 ekor anak sapi.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved