Breaking News:

Rapid Test Antigen Diklaim Lebih Akurat Dibanding Tes Covid-19 Lain, Fakta atau Hoax? Ini Kata Ahli

Rapid Test Antigen dinilai lebih akurat daripada rapid test antibodi, Lantas, bagaimana kebenarannya?

Tribunjogja.com | Hasan Sakri
ILUSTRASI : Petugas medis mengambil sampel darah pedagang pasar dalam rangka rapid test massal di Pasar Bantul, Rabu (24/6/2020). 

TRIBUNSOLO.COM - Baru-baru ini rapid test antigen atau swab antigen ramai dibicarakan. Sebab, jenis tes virus corona itu dijadikan syarat bepergian keluar kota dan menjadi syarat masuk ke beberapa kota.

Meski sudah digunakan di luar negeri, di Indonesia rapid test antigen ini belum banyak dilakukan.

Beberapa pakar kesehatan masyarakat sudah sejak lama menyarankan penggunaannya di Indonesia, karena dinilai lebih akurat daripada rapid test antibodi, serta lebih murah dan cepat daripada swab PCR.

Lantas, bagaimana akurasi rapid test antigen dibanding dengan tes virus corona lainnya?

1. Rapid test antigen/swab antigen

Mengutip Kompas.com, Jumat (18/12/2020), menurut Dokter umum sekaligus kandidat PhD di Medical Science di Kobe University, Adam Prabata, rapid test antigen dan swab antigen keduanya istilah yang sama.

Baca juga: Tolak Berhubungan Intim, Gadis Ini Dicekik Pacarnya hingga Tewas, Tetap Diperkosa Meski Tak Bernyawa

Rapid test antigen memiliki sensitivitas maksimal 94 persen dan spesifisitas sebesar lebih dari 97 persen.

"Risiko negatif palsu tinggi, terutama bila viral load rendah atau sebelum 1-3 hari pra-gejala dan sudah lebih dari 7 hari gejala muncul," kata Adam.

Viral load merupakan prediksi jumlah virus yang ada di dalam tubuh berdasarkan hasil CT-Value PCR.

Jika menilik pada tingkat keefektifan, Adam mengatakan masa swab antigen memiliki akurasi tinggi, hampir sama dengan waktu pasien Covid-19 berisiko menularkan ke orang lain.

Halaman
1234
Editor: Ilham Oktafian
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved