Breaking News:

Jangan Panik, Lakukan Hal Ini saat Mengalami Gejala Aquaplaning ketika Sedang Mengemudi

Kendaraan yang melibas genangan air dengan kecepatan tinggi berpotensi mengalami hydroplaning ini.

Dok Otomotif
Ilustrasi mengemudi di hujan deras. 

Kendaraan yang melibas genangan air dengan kecepatan tinggi berpotensi mengalami hydroplaning ini.

Efek yang ditimbulkan dari kondisi ini cukup berbahaya karena mobil bisa kehilangan kendari dan bisa menyebabkan terjadinya kecelakaan.

Dalam beberapa kasus yang pernah terjadi, kecelakaan yang disebabkan aquaplaning ini juga menimbulkan korban jiwa.

Tetapi, bagi pengemudi mobil yang mengalami gejala ini sebaiknya tidak perlu langsung panik agar bisa berpikir untuk mengatasinya.

Baca juga: Konten Prank Pocong Berujung Kecelakaan Truk di Bali, 8 Bocah di Bawah Umur Diamankan

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia ( SDCI) Sony Susmana mengatakan, aquaplaning ini terjadi karena kendaraan melibas jalanan yang tergenang air dengan kecepatan tinggi.

Jika ini terjadi, Sony pun menyarankan agar pengemudi tidak langsung panik dan tetap tenang.

“Saat aquaplaning terjadi lepas pedal gas, rem, dan kopling. Jangan dilawan tapi diikuti saja, sambil tahan posisi setir. Ketika dapat traksi koreksi sedikit demi sedikit,” kata Sony kepada Kompas.com belum lama ini.

Menurutnya, yang paling penting saat mengalami gejala hydroplaning adalah tidak langsung injak rem atau deselerasi mendadak.

“Karena kalau salah satu ban selip bisa mengakibatkan mobil melintir,” ujarnya.

Sony menambahkan, sebelum terjadinya gejala aquaplaning cara mencegah agar tidak mengalaminya adalh dengan mengurangi kecepatan saat melibas genangan air.

Baca juga: Kesaksian Kecelakaan Tol Solo - Ngawi : Seusai Tabrak Pembatas, Pengemudi Tak Sadarkan Diri

Halaman
123
Penulis: Naufal Hanif Putra Aji
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved