Breaking News:

Jangan Panik, Lakukan Hal Ini saat Mengalami Gejala Aquaplaning ketika Sedang Mengemudi

Kendaraan yang melibas genangan air dengan kecepatan tinggi berpotensi mengalami hydroplaning ini.

Dok Otomotif
Ilustrasi mengemudi di hujan deras. 

“Kalau sudah terlihat ada genangan air, langsung lepas gas dan rem agar kecepatan berkurang. Kalau sudah di atas air malah jangan direm, karena roda bisa kehilangan traksi, kecuali sudah pakai rem ABS,” tuturnya.

Selama ini, menurut Sony, gejala aquaplaning marak terjadi pada mobil yang kondisi bannya sudah mulai aus atau gundul.

Untuk itu bagi pemilik mobil disarankan agar selalu mengecek kondisi kembangan ban dan tekanan angin sesuai rekomendasi pabrikan.

“Cek alur ban dan tekanan angin, karena tekanan angin yang kurang akan membuat tapak ban bagian tengah tidak menapak sempurna, jadi air lebih banyak di daerah itu. Pastikan alur ban masih cukup untuk jalur air saat melewati genangan,” katanya.

Training Director The Real Driving Center ( RDC) Marcell Kurniawan mengatakan, untuk menghindari gejala aquaplaning selain mengurangi kecepatan kendaraan juga perlu memposisikan setir dalam posisi lurus.

“Saat melewati genangan air, usahakan setir dalam posisi lurus, dengan begitu jika terjadi aquaplaning, mobil akan bergerak lurus,” kata Marcell.

Sebab jika ban mobil membelok, tambahnya, saat melewati genangan air dan terjadi aquaplaning mobil bisa kehilangan arah serta melaju tak terkendali.

(*)

Penulis: Naufal Hanif Putra Aji
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved