Breaking News:

Terdampak Batalnya Piala Dunia U20 2021, Beberapa Pemain Kunci Jadi Korban Batasan Usia

Gelaran Piala Dunia U20 yang sedianya dilaksanakan di Indonesia pada tahun 2021 batal digelar.

Editor: Naufal Hanif Putra Aji
Pssi.org
Elkan Baggott di antara para rekannya saat latihan perdana tim nasional Indonesia senior dan U-19 di Stadion Madya, Jakarta, Jumat (7/8/2020) petang. 

2. Amiruddin Bagus Kahfi

Amiruddin Bagus Kahfi merupakan pemain kelahiran Magelang, Jawa Tengah, pada 16 Januari 2002.

Nama Amiruddin Bagus Kahfi mulai dikenal publik sepak bola Indonesia setelah menjadi top skor Piala AFF U16 edisi 2018.

Bagus Kahfi pada turnamen tersebut tampil gemilang dengan koleksi 12 gol dari tujuh laga.

Torehan itu tidak hanya membuat Bagus Kahfi menjadi top skor melainkan juga turut membantu timnas U16 Indonesia meraih gelar juara Piala AFF U16 2018.

Bagus Kahfi kemudian dipanggil untuk mengikuti program pembinaan Garuda Select yang melakukan pemusatan latihan di Inggris pada Januari sampai Mei 2019.

Baca juga: Piala Dunia U20 2021 Dibatalkan, Menpora: Pemerintah Sudah Berusaha Maksimal

Setahun berselang, Amiruddin Bagus Kahfi kembali mengisi skuad Garuda Select angkatan kedua yang melakukan pemusatan latihan di Inggris dan Italia.

Meski tampil gemilang di timnas U16 Indonesia dan Garuda Select, Bagus Kahfi masih belum pernah dipanggil timnas U19 asuhan pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong.

Bagus Kahfi belum pernah dipanggil Shin Tae-yong karena sempat mengalami cedera patah pergelangan kaki hingga pergeseran ligamen pada awal 2020.

Cedera itu didapat Bagus Kahfi saat membela Garuda Select jilid II.

Meski tidak pernah dipanggil Shin Tae-yong, Bagus Kahfi digadang-gadang akan menjadi ujung tombak utama timnas U19 Indonesia yang akan tampil pada Piala Dunia U20 sebelum dibatalkan.

Hal itu tidak lepas dari pengalaman dan talenta Bagus Kahfi sebagai striker yang dinilai jauh melebihi pemain seusianya.

Tidak hanya itu, Bagus Kahfi yang sudah pulih dari cedera kini berstatus pemain tim muda Liga Belanda, FC Uterecht, dengan kontrak 18 bulan sampai 2022.

Bagus Kahfi sudah dipastikan kehilangan kesempatan unjuk gigi di Piala Dunia U20 karena usianya sudah 21 tahun pada 2023.

Baca juga: Bocoran Opening Piala Dunia U-20 di Solo : Bakal Seperti Asian Games 2018 yang Sangat Fantastis Itu?

3. Brylian Aldama

Brylian Aldama merupakan pemain kelahiran Sidoarjo, Jawa Timur, pada 2002.

Jenjang karier Brylan Aldama pada usia muda sebenarnya hampir serupa dengan Bagus Kahfi.

Nama Brylian Aldama mulai menarik perhatian publik Tanah Air setelah membawa timnas U16 Indonesia menjadi juara Piala AFF U16 2018 dan ketika memerpekuat Garuda Select.

Bedanya, Brylian Aldama memiliki medali juara Liga 1 U20. Medali itu didapat Brylian Aldama setelah mengantar Persebaya Surabaya U20 menjadi jaura pada musim 2019.

Nama Brylian Aldama semakin tenar setelah resmi dikontrak tim asal kasta teratas Liga Kroasia, HNK Rijeka, tahun ini.

Brylian Aldama mendapat kontrak 18 bulan dari HNK Rijeka dan diproyeksikan memperkuat tim U23 ataupun cadangan.

Hal itu membuat Brylian Aldama terpaksa meninggalkan pemusatan latihan timnas U19 Indonesia di Jakarta pada November 2020 untuk mengurus kepindahannya ke Kroasia.

Sebelumnya, Brylian Aldama juga termasuk ke dalam skuad timnas U19 Indonesia yang melakukan pemusatan latihan di Kroasia.

Sama seperti Bagus Kahfi dan Witan Sulaeman, Brylian Aldama juga menjadi korban keputusan FIFA yang memutuskan membatalkan Piala Dunia U20 2021.

Brylian Aldama dipastikan tidak akan tampil di Piala Dunia U20 2023 karena pada 2023 nanti usianya sudah 22 tahun.

4. Elkan Baggott

Elkan Baggott merupakan pemain kelahiran Bangkok, Thailand, pada 23 Oktober 2002.

Meski lahir di Thailand, Elkan Baggott memiliki darah Indonesia dari sang ibu.

Faktor keturunan itulah yang membuat Elkan Baggott memiliki paspor Indonesia.

Selain itu, Elkan Baggott juga menghabiskan masa kecilnya di Indonesia sebulum akhirnya pindah ke negara asal ayahnya, Inggris, pada 2011.

Di Inggris, Elkan Baggott sempat memperkuat banyak akademi sepak bola sebelum mendapat beasiswa Professional Development Phase Scholarship dari Ipswich Town pada 2017.

Beasiswa itulah yang membuat Elkan Baggott kini berstatus pemain tim muda Ipswich Town, klub yang kini bermain di kasta ketiga Liga Inggris.

Nama Elkan Baggott mulai dikenal publik sepak bola Indonesia ketika dipanggil Shin Tae-yong ke pemusatan latihan timnas U19 di Jakarta pada pertengahan tahun ini.

Berbekal postur menjulang 194 cm, Elkan Baggott menjadi pemain yang paling menonjol dari skuad timnas U19 Indonesia saat itu.

Elkan Baggott kemudian juga mengikuti pemusatan latihan timnas U19 Indonesia di Krosia meskipun terlambat bergabung karena kendala izin dari Ipswich Town.

Setelah mendapat kesempatan bermain dari Shin Tae-yong, Elkan Baggott langsung dipuji oleh publik sepak bola Tanah Air.

Sebab, Elkan Baggott mampu memberikan ketenangan di lini belakang Indonesia karena postur dan kemampuannya membaca permainan.

Namun, asa publik Indonesia melihat Elkan Baggott tampil pada ajang Piala Dunia U20 dipastikan pupus.

Sebab, Elkan Baggott sudah dipastikan tidak akan tampil di Piala Dunia U20 karena usianya sudah 21 tahun pada 2023.

(Kompas)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Piala Dunia U20 2021 Batal - Witan hingga Brylian Jadi "Korban"", 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved