Breaking News:

Penanganan Covid

Ekspansi Strain Virus Corona: Usai Inggris dan Afrika Selatan, Varian Ketiga Ditemukan di Nigeria

Mutasi virus di Afrika Selatan telah mencapai Inggris, di mana varian pertama ditemukan lebih menular daripada virus asli.

Editor: Hanang Yuwono
ecommunity.com
ILUSTRASI Virus Corona 

Penyelidik utama Covid-19 Nigeria baru saja merilis urutan genom dari varian baru tersebut, tambahnya.

CDC Nigeria tidak segera menanggapi komentar atas pernyataan Nkengasong ketika dijangkau oleh Reuters.

"Selama beberapa minggu terakhir, kami mengalami peningkatan besar dalam jumlah sampel ke laboratorium referensi (CDC Nigeria)," tulis direktur jenderal CDC Nigeria Chikwe Ihekweazu lewat Twitter pada hari Kamis.

"Proses itu telah menyebabkan penundaan yang tidak biasa dengan pengujian, tetapi kami bekerja sepanjang waktu."

Nigeria, negara terpadat di Afrika dengan lebih dari 200 juta orang, mencatat lebih sedikit kasus virus corona daripada banyak negara lain di benua itu.

Total kasus merangkak melewati 80.000 pada hari Rabu (23/12/2020).

Kasus yang tercatat harian melebihi 1.000 untuk pertama kalinya bulan ini.

Afrika telah melaporkan lebih dari 2,5 juta kasus virus corona, yang merupakan 3,3% dari kasus global, menurut CDC Afrika.

Varian baru yang menyebar lebih cepat yang terdeteksi Afrika Selatan pada 18 Desember sekarang menjadi varian utama di Nigeria, kata Nkengasong.

Meskipun, tidak ada bukti bahwa hal varian itu mengarah pada penyakit yang lebih parah, sama halnya dengan varian virus di Inggris.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved