Breaking News:

Info Otomotif

Kebiasaan Buruk Pengendara Motor Kopling yang Perlu Dihindari, Jangan Lakukan di Tikungan!

Kesalahan para pengguna motor kopling ditarik oleh tangan kiri, baru memasukkan gigi selanjutnya, sebenarnya tidak baik jika terus dilakukan.

(Stanly/Otomania)
Ilustrasi tuas kopling motor 

TRIBUNSOLO.COM - Pengguna motor sport atau tangki biasanya menggunakan kopling di sebelah kiri.

Namun, seringkali pengendara tuas kopling ditarik oleh tangan kiri, baru memasukkan gigi selanjutnya.

Tahukah Anda jika kebiasaan ini seharusnya bisa dihindari demi keselamatan pengendara motor.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana mengatakan, biasanya ada dua model pengendara motor yang sering menaruh tangan kirinya di tuas kopling, pemula dan agresif.

Baca juga: Daftar Harga Motor Bekas Murah di Balai Lelang, Honda Verza Dijual Mulai Rp 6 Juta

Baca juga: Daftar Harga Motor Bekas Murah di Balai Lelang, Honda Verza Dijual Mulai Rp 6 Juta

“Untuk pemula, biasanya dia tidak yakin dengan laju motornya, sehingga selalu takut akan kemampuan rem dan mesin motor mati. Jadi dia selalu bersiap-siap menekan tuas kopling,” ucap Sony kepada Kompas.com, Jumat (25/12/2020).

Kemudian untuk yang agresif, tangan kiri stand by di tuas kopling karena merasa tarikan motor bisa lebih responsif. Tuas kopling ditarik dan lepas untuk efek akselerasi, namun ada bahaya yang mengancam dari kebiasaan buruk ini.

“Bahayanya mudah selip saat kondisi stop & go, kampas kopling cepat aus atau terbakar dan bergeraknya kasar, tidak smooth,” kata Sony.

Baca juga: Daftar Harga Motor Bebek Bekas di Bawah Rp 5 Juta, Yamaha Jupiter MX Dibanderol Rp 3,5 Juta

Baca juga: Daftar Harga Motor Bebek Terbaru Oktober 2020, Supra X 125 Dijual Mulai Rp 18 Jutaan

Selain itu, , Head of Safety Riding Promotion Wahana, Agus Sani mengatakan, menarik kopling saat menemui tikungan juga kebiasaan yang sangat berbahaya karena kondisi free wheel yang menjadikannya sulit dikendalikan.

“Ketika berkendara di tikungan kebiasaan tarik kopling akan membuat motor menjadi netral, tidak ada engine brake sehingga keseimbangan akan lebih sulit dikendalikan,” kata Agus kepada Kompas.com.

Kemudian, ditakutkan karena kebiasaan tangan kiri yang stand by di tuas kopling, ketika ingin rem mendadak, malah menarik kopling yang membuat motor lebih sulit untuk dikurangi kecepatannya.

“Ketika mau rem mendadak juga kopling adalah hal terakhir yang ditarik, agar mesin membantu pengereman,” ucap Agus.

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kebiasaan Buruk Pengendara Motor Kopling yang Lazim"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved